Page 82 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2020
P. 82
Title PEMERINTAH BOLEHKAN PENGUSAHA CICIL BAYAR THR, ASALKAN...
Media Name detik.com
Pub. Date 07 April 2020
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/4968293/pemerintah-bol ehkan-
Page/URL
pengusaha-cicil-bayar-thr-asalkan
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah memperbolehkan
pengusaha mencicil atau menunda pemberian tunjangan hari raya ( THR ) kepada
buruh. Hal itu diperkenankan dengan catatan disepakati oleh para pekerja.
Ida menyatakan saat ini dunia usaha sedang kesulitan imbas pandemi Covid-19 .
Oleh karenanya hal-hal semacam itu tidak dapat diabaikan.
"Nah berkaitan dengan dampak Covid-19 ini, kita melihat ada dampak
ketidakmampuan ekonomi perusahaan, dan pada akhirnya dampaknya itu kita
sudah mulai mendengar, ada yang mengatakan bahwa tidak mampu membayar
THR," kata dia saat dihubungi detikcom , Selasa (7/4/2020).
Pada situasi seperti itu, pengusaha bisa berdialog dengan karyawannya untuk
meminta persetujuan agar pembayaran THR dicicil atau ditunda.
"Nah dalam hal pengusaha kesulitan seperti ini kami menyarankan ditempuh dengan
mekanisme dialog antara pengusaha dan pekerja buruh untuk menyepakati
pembayaran THR itu seperti apa. Misalnya bila perusahaan tidak mampu membayar
sekaligus maka pembayaran THR dilakukan secara bertahap. Bila perusahaan tidak
mampu membayar pada waktu yang ditentukan maka pembayaran dapat
ditangguhkan dalam jangka waktu tertentu," jelasnya.
Tapi sekali lagi keputusan tersebut harus atas dasar kesepakatan bersama.
Pengusaha tidak boleh mengambil langkah sepihak tanpa melibatkan para
pekerjanya.
"Yang perlu dibangun itu dialog antara pengusaha dan pekerja, karena ini adalah
haknya pekerja, ini adalah kewajiban pengusaha. Tapi mungkin harus bisa dibangun
komunikasi yang baik, kondisi perusahaan seperti apa, kemudian pengusaha juga
memahami kebutuhannya pekerja. Kalau dibangun secara dialogis itu tentu akan
menemukan jalan keluarnya," tambah Ida.
(toy/eds)
Page 81 of 184.

