Page 36 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2019
P. 36

Title         KEMENAKER SEBUT MASIH ADA PERUSAHAAN YANG TAK PAHAM BAYAR THR
                Media Name    cnnindonesia.com
                Pub. Date     09 Mei 2019
                              https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190508200640-92-393190/kemenake r-sebut-
                Page/URL
                              masih-ada-perusahaan-yang-tak-paham-bayar-thr
                Media Type    Pers Online
                Sentiment     Positive






               Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan bahwa
               perusahaan wajib membayarkan Tunjangan Hari Raya ( THR ) paling lambat tujuh
               hari sebelum Lebaran. Hal ini mengacu kepada Pasal 5 Ayat 4 Peraturan Menteri
               Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan
               bagi Pekerja atau Buruh di Perusahaan.

               "THR paling lambat (dibayarkan) seminggu sebelum Lebaran. Semua pekerja berhak
               mendapat THR, baik pekerja tetap atau tidak tetap sama (mendapat THR)," kata
               Direktur Pengupahan Kemnaker Andriani, Rabu (8/5).

               Namun demikian, ia menuturkan Kemnaker belum mengeluarkan surat edaran
               terkait pembayaran THR tersebut. Andriani menyatakan surat edaran biasanya dirilis
               mendekati H-7 Lebaran.

               Ia menyatakan Kemnaker memiliki tim khusus yang akan memantau pembayaran
               THR oleh perusahaan. Di samping itu, Kemnaker akan mendirikan posko pengaduan
               pembayaran THR bagi pekerja atau buruh yang merasa tidak mendapatkan haknya
               sesuai aturan sebagaimana yang telah berjalan tahun-tahun sebelumnya.

               Ia menyatakan tahun lalu banyak pekerja atau buruh yang datang untuk
               berkonsultasi tentang aturan THR guna mendapatkan pemahaman utuh mengenai
               haknya. Hanya sedikit dari mereka yang melaporkan keterlambatan pembayaran
               THR.

               "Kalau ada yang haknya tidak terpenuhi dan lapor nanti segera kamu tindak lanjuti
               langsung," katanya.

               Ia mengungkapkan ada beberapa perusahaan terlambat membayar THR. Namun, ia
               tidak menyebutkan jumlah perusahaan tersebut. Andriani bilang keterlambatan itu
               disebabkan kurangnya pemahaman perusahaan tentang pembayaran THR.

               Untuk perusahaan yang terlambat membayar THR mendapat sanksi berupa denda
               sebesar lima persen dari total THR yang harus dibayarkan. Ini mengacu kepada
               pasal 10 Ayat 1 Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016.

               "Kami juga akan mengenakan sanksi administratif," katanya.

               (ulf/agt).



                                                       Page 35 of 80.
   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41