Page 76 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2019
P. 76

Adriani mengatakan, perusahaan pada dasarnya wajib memberikan THR maksimal
               satu minggu sebelum hari raya. Bila tidak, perusahaan mesti membayar sanksi
               sebesar 5 persen dari gaji kepada pekerja. Dalam waktu dekat ini, pihaknya
               berencana menerbitkan surat edaran kepada para pengusaha. Dengan begitu, akan
               mengurangi risiko keterlambatan pembayaran. "Nanti kami edarkan seminggu
               menjelang Lebaran," paparnya.

               Ditegaskan, semua pekerja baik tetap, kontrak, maupun pekerja lepas berhak
               mendapat THR. Hal itu tertuang dalam Permenaker No 6/2016 tentang Tunjangan
               Hari Raya. "Semua pekerja berhak dapat THR, kontrak juga berhak, pekerja tetap
               atau tidak tetap sama. Itu ada di Permenaker No 6/2016," paparnya. Penegasan
               pembayaran THR paling lambat H-7 juga disampaikan Menteri Ketenagakerjaan
               (Menaker) M Hanif Dhakiri. Dirinya meminta perusahaan membayar THR paling
               lambat tujuh hari (H-7) sebelum Hari Raya Idul Fitri. "THR Keagamaan wajib
               dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan. Kita minta
               perusahaan memastikan pembayaran THR sesuai dengan ketentuan yang berlaku,"
               kata Hanif dalam keterangannya, Rabu (8/5/2019).

               Hanif mengatakan pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus
               dilaksanakan pengusaha kepada pekerja. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri
               Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016. Besaran THR bagi pekerja yang mempunyai
               masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih memperoleh THR satu bulan
               upah. Adapun pekerja yang mempunyai masa kerja satu bulan secara terus-
               menerus tetapi kurang dari 12 bulan, THR-nya diberikan secara proporsional sesuai
               dengan perhitungan yang sudah ditetapkan, yaitu masa kerja dibagi 12 bulan dikali
               satu bulan upah. Sementara itu, bagi pekerja harian lepas yang mempunyai masa
               kerja 12 bulan atau lebih, besaran THR-nya berdasarkan upah 1 bulan yang dihitung
               berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari
               raya keagamaan. Sedangkan bagi pekerja lepas yang mempunyai masa kerja
               kurang dari 12 (dua belas) bulan, upah satu bulan dihitung berdasarkan rata-rata
               upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja. "Jika mengacu pada regulasi,
               pembayaran THR dilakukan paling lambat H-7. Tapi, saya mengimbau kalau bisa
               pembayaran dilakukan maksimal dua minggu sebelum Lebaran. Hal ini dilakukan
               agar pekerja dapat mempersiapkan mudik dengan baik," ucapnya.

               Hanif, pihaknya akan segera mengeluarkan surat edaran THR kepada kepala daerah
               dan membuka posko pengaduan THR. "Bagi pekerja yang THR-nya tidak dibayarkan
               bisa mengadu ke posko pengaduan THR yang akan dibuka di dinasdinas tingkat
               provinsi dan kabupaten/kota serta di tingkat pusat yaitu di Kantor Kementerian
               Ketenagakerjaan," tutur Hanif. (H81,dtc-64)















                                                       Page 75 of 80.
   71   72   73   74   75   76   77   78   79   80   81