Page 163 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 SEPTEMBER 2021
P. 163
RI SODORKAN EMPAT ISU PRIORITAS KETENAGAKERJAAN JELANG PRESIDENSI
G20 TAHUN 2022
Indonesia (RI) menyodorkan empat isu prioritas untuk diusung Presidensi Indonesia di ajang
G20 Tahun 2022 di bidang Ketenagakerjaan.
Presidensi RI bertajuk Improving the Employment Condition to Recover Together, yakni
Memperbaiki Kondisi Ketenagakerjaan untuk Kembali Pulih Bersama.
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi membeberkan keempat isu
prioritas yang akan diajukan dalam forum G20 di Rakor Pembahasan Substansi Persiapan
Pertemuan Kelompok Kerja Bidang Ketenagakerjaan G20 Presidensi RI 2022 di Jakarta, Selasa
(31/8/2021).
Pertama, terkait Sustainable Job Creation Towards Changing World of Work atau Penciptaan
Lapangan Kerja yang Berkelanjutan dalam Menghadapi Perubahan Dunia Kerja. Kedua, Inclusive
Labour Market and Job Quotas for people with Disabilities atau Pasar Tenaga Kerja Inklusif dan
Kuota Kerja bagi Penyandang Disabilitas.
Ketiga, Human Capacity Development for Sustainable Growth of Productivity atau
Pengembangan Kapasitas Manusia untuk Pertumbuhan Produktivitas yang Berkelanjutan.
Keempat, Adaptive Labour Protection in the Changing World of Work atau Perlindungan Tenaga
Kerja Adaptif terhadap Perubahan Dunia Kerja.
"Kita semua sudah melalui banyak diskusi dalam rangka kurasi, pengayaan, dan pemantapan
keempat isu tersebut untuk bisa sampai ke hari ini," ujar Anwar Sanusi, Selasa (1/9/2021) Anwar
Sanusi menambahkan, sejalan empat isu prioritas tersebut, maka diperlukan pendekatan dan
sasaran kebijakan yang bertujuan untuk menciptakan pasar kerja yang berkelanjutan dan
inklusif.
Termasuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan angkatan kerja; serta memastikan
perlindungan yang adaptif bagi semua pekerja di masa pemulihan dan era otomatisasi.
"Pendekatan lainnya yakni meningkatkan aksi kolektif global dalam rangka pemulihan sektor
ketenagakerjaan akibat pandemi," ujar Anwar Sanusi Pandemi COVID-19 telah mempengaruhi
kondisi ketenagakerjaan secara global.
Kondisi ini menyebabkan peningkatan kehilangan jam kerja sebesar 8,8 persen atau setara
dengan 225 juta pekerjaan penuh waktu. "ILO memperkirakan bahwa pengangguran global
meningkat sebesar 33 juta dan tingkat pengangguran meningkat sebesar 1,1 persen," katanya.
Anwar berujar, Menaker Ida Fauziyah telah memberi arahan agar Forum G20 mampu
menghasilkan komitmen bersama.
Termasuk serta strategi-strategi efektif dan konkrit dalam memperluas kesempatan kerja dan
menciptakan lapangan pekerjaan baru yang lebih accessible, sustainable, dan inclusive. "Semoga
proses yang telah kita lalui dan apa yang telah kita upayakan dapat menghasilkan hal yang tidak
hanya mengedepankan kepentingan Indonesia dan negara-negara anggota G20, tetapi juga
dapat mewakili ASEAN dan global, " ujar Anwar Sanusi.
162

