Page 104 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 JUNI 2020
P. 104

Hingga  Rabu  (24/6/2020)  pukul  00.10  Wita,  pihak  kepolisian  tengah  berupa  membubarkan
              massa dengan terus menembakkan gas air mata dan water canon ke arah pengunjuk rasa di
              Kecamatan Ranomeeto itu.

              Sebelumnya,  para  massa  aksi  melakukan sweeping  pada  setiap kendaraan,  khususnya  roda
              empat yang keluar dari bandara, untuk memeriksa setiap penumpang, apakah memuat TKA
              atau tidak.

              Sebanyak 156 TKA asal China tahap pertama tiba di Bandara Haluoleo Kendari, Sultra pada
              Selasa malam (23/6/2020) sekitar pukul 20.40 Wita yang bertolak dari Bandara Sam Ratulangi
              Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

              Berdasarkan pantauan di Bandara Haluoleo, ratusan TKA tersebut keluar dari terminal bandara
              dengan menggunakan masker sambil memegang koper menuju ke mobil mini bus yang telah
              disediakan.

              Ratusan TKA tersebut tidak keluar secara bersamaan namun sekali keluar sebanyak enam orang
              dan dikawal ketat seorang personel polisi. Satu mobil memuat enam orang TKA.  Selain itu,
              tampak pula pengawalan ketat dari pihak TNI dan kepolisian di pintu keluar ruang terminal
              bandara yang mengarahkan para TKA untuk naik ke mobil.

              Belasan mobil yang memuat ratusan TKA itu meninggalkan bandara setelah semu TKA masuk
              ke dalam mobil. Mobil polisi lalu lintas tepat berada di depan puluhan mobil yang memuat TKA
              untuk mengawal perjalanan ratusan TKA itu menuju ke PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI)
              dan PT Obsidian Stainless Stell (OSS) di Morosi Kabupaten Konawe.

              Sebelumnya,  Ketua  Dewan  Perwakilan  Rakyat  Daerah  (DPRD)  Provinsi  Sultra  Abdurrahman
              Saleh melakukan cek langsung kelengkapan legalitas dokumen ratusan TKA asal China tersebut.

              Pengecekan langsung itu dilakukan Abdurrahman Saleh dengan mendatangi Bandara Haluoleo
              bersama  pihak  Imigrasi  dan  Dinas  Ketenagakerjaan  serta  pihak-pihak  terkait  lainnya  untuk
              memastikan bahwa para TKA menggunakan visa 312.

              "Kita harapkan mereka hadir tidak lagi menggunakan visa kunjungan tetapi visa kerja. Dimana
              visa kerja itu yang datang (TKA) benar-benar ada keahliannya," kata Abdurrahman Saleh, saat
              berada di Bandara Haluoleo Kendari, Selasa (23/6/2020).

              Selain untuk mengecek langsung visa para TKA, Abdurrahman Saleh juga menyampaikan bahwa
              pihaknya akan mengecek keahlian para tenaga kerja asal China.

              "Setelah  kita  temukan  visanya  nanti,  benar  atau  tidak,  cek  poin  berikutnya  adalah  melihat
              spesifikasi  keahliannya  yang  konkrit,  benar  nggak  dia  ahli  sebenar-benarnya,"  tutur
              Abdurrahman Saleh.

              Kedutaan  Besar  China  di  Jakarta  memastikan  pihaknya  akan  mematuhi  aturan  yang
              diberlakukan pemerintah Indonesia terkait ketenagakerjaan dalam mendatangkan sumber daya
              manusia asal negara tersebut, termasuk untuk bekerja di Konawe, Sulawesi Tenggara.

              "Perusahaan  China  secara  sungguh-sungguh  mematuhi  undang-undang dan  peraturan  yang
              terkait  di  Indonesia  dan  secara  aktif  melakukan  transfer  teknologi,"  kata  konselor  bidang
              ekonomi dan perdagangan Kedubes China, Wang Liping, dalam konferensi pers yang digelar
              secara daring di Jakarta, Rabu (24/6/2020).

              Faktor kesehatan menjadi salah satu perhatian bagi pihak China dalam memastikan kepatuhan
              terhadap kebijakan pemerintah Indonesia dalam mengirim tenaga kerja.


                                                           103
   99   100   101   102   103   104   105   106   107   108   109