Page 107 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 JUNI 2020
P. 107

Penundaan ini terjadi lantaran masih ada proses evaluasi dan pembenahan terkait pendaftaran
              gelombang sebelumnya.

              Apalagi,  muncul  anggapan  di  masyarakat  bahwa  bantuan  yang  keluar  lewat  program  Kartu
              Prakerja belum tepat sasaran.

              Hal inilah yang dipikirkan oleh Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (  KASBI
              ), Nining Elitos.

              Nining menjelaskan, saat ini masih banyak terjadi masalah di lapangan terkait Kartu Prakerja
              ini.

              Bahkan ia mengatakan, program ini tidak dibutuhkan oleh rakyat di masa pandemi  Covid-19  .

              "Program  Kartu Prakerja  yang  digagas  oleh  pemerintah  ini  justru  tidak  tepat  sasaran,  tidak
              dibutuhkan rakyat," kata Nining saat On Air di RadioM 107.5 News Channel, Selasa 23 Juni 2020.

              Artikel ini sebelumnya telah tayang di  PRFMNews.id  dengan judul "  KASBI Nilai Program Kartu
              Prakerja Tidak Tepat Sasaran  "  Ia mengatakan, yang dibutuhkan rakyat saat ini bukanlah
              pelatihan-pelatihan yang ditawarkan program Kartu Prakerja. Melainkan, persoalan dasar seperti
              pemenuhan pangan, karena banyak yang tidak bekerja.

              "Orang semakin mengikat pinggang kencang-kencang karena tidak ada pendapatan, ini justru
              diberikan  pelatihan,  kan  ga  nyambung.  Orang  butuh  bagaimana  bertahan  hidup,  butuh
              bagaimana  mengkonsumsi  pangan  sehari-hari,  justru  dikasih  tentang  program  pelatihan,"
              katanya.

              Memang pemerintah memberikan insentif kepada peserta Kartu Prakerja sebesar Rp600 ribu,
              namun angka tersebut masih kalah besar dibanding biaya pelatihan.
              Seharusnya kata dia, uang negara triliunan yang dianggarkan untuk program Kartu Prakerja itu
              dialihkan  ke  program  lain  semisal  untuk  peningkatan  sektor  pertanian,  peternakan  atau
              membangun industri baru.

              "Kalau  memang  negara  mau  menciptakan  lapangan  kerja,  uang  begitu  besar  itu  bisa
              dibangunkan apakah untuk persoalan pertanian, peternakan atau dibangun industri nasional,
              itu bisa digunakan banyak masyarakat dalam jangka panjang," katanya.

              Selain dinilai tidak tepat sasaran, ia mengatakan program Kartu Prakerja juga memperlihatkan
              ketimpangan antara masyarakat yang melek teknologi dengan masyarakat yang tidak paham
              teknologi.

              Masyarakat  miskin  korban    PHK    yang  membutuhkan  program  ini  kata  dia  kesulitan  untuk
              menjadi peserta, lantaran susahnya mendaftar.

              "Tidak  banyak  masyarakat  yang  mampu  mengakses  teknologi,  apalagi  di  daerah.  Anggota
              KASBI  korban  PHK  yang ingin mengakses itu juga tidak mudah, berkali-kali mecoba untuk
              masuk, tapi tetap tidak bisa," katanya.***(Rian FirmansyahMNews.id).












                                                           106
   102   103   104   105   106   107   108   109   110   111   112