Page 136 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 JUNI 2020
P. 136

Sebanyak 3.700 pekerja, atau sekitar 14 persen dari total tenaga kerjanya secara global, segera
              dirumahkan.  Pengurangan  ini  berkaitan  dengan  wabah  Virus  Corona  COVID-19  yang  telah
              merusak bisnis mantan pesaing Grab dan Gojek di Asia Tenggara itu.

              Kepala Eksekutif Uber, Dara Khosrowshahi, melaporkan kondisi perusahaannya saat ini yang
              mengalami penurunan drastis. Volume perjalanan di segmen kendaraan angkut orang sangat
              rendah sehingga perekrutan baru dihentikan sementara.

              "Oleh karena itu, kami akan mengurangi tim dukungan pelanggan dan tim rekrutmen. Dengan
              sangat terpaksa kami melakukan PHK dalam waktu dua minggu ke depan," ungkap Dara, seperti
              dikutip dari situs  Bussines Insider  .

              Menurut dia, PHK setidaknya akan menghabiskan biaya pesangon dan tunjangan hingga US$20
              juta atau Rp302 miliar. Hingga saat ini Uber memiliki 26.900 karyawan di dunia pada Desember
              2019 dengan pembagian 10.700 di Amerika Serikat (AS) dan 16.200 di negara lain.

              Grab  Startup transportasi online yang didirikan Anthony Tan ini sudah lebih dahulu melakukan
              PHK terhadap 360 karyawan di seluruh pasar Asia Tenggara pada pekan lalu. Selain PHK, Grab
              juga melakukan efisiensi biaya, memotong pengeluaran, hingga memotong gaji manajemen
              senior.

              Grab  pun  berniat  untuk  fokus  ke  sejumlah  lini  bisnis  utama,  seperti  pembayaran/keuangan
              (Grabpay) dan pengiriman. Meski begitu, Grab mengaku tak mengalami masalah permodalan.
              Hanya saja, mereka inginmengonsolidasikan tim di lini-lini bisnis utama tersebut.

              Gojek  Mereka resmi mem-PHK 430 karyawan pada Selasa, 23 Juni 2020. Selain itu, Gojek
              menutup  2  layanannya,  yaitu  GoLife  yang  meliputi  layanan  GoMassage  dan  GoClean,  serta
              GoFood Festival yang merupakan jaringan pujasera GoFood di sejumlah lokasi.

              Ditutupnya layanan GoLife dan GoFood Festival karena membutuhkan interaksi jarak dekat, dan
              mengalami  penurunan  permintaan  secara  signifikan  dalam  beberapa  bulan  terakhir  seiring
              dengan pandemi COVID-19. Meski begitu, aplikasi GoLife dapat digunakan hingga 27 Juli 2020.

              Sebanyak 430 karyawan atau 9 persen dari total sekitar 5 ribu karyawan, sebagian besar berasal
              dari divisi yang terkait dengan GoLife dan GoFood Festival.
              Langkah yang telah diumumkan pada pekan ini membuat pesaing Grab itu bisa menggunakan
              sumber daya yang ada untuk memperkuat fokus kepada bisnis yang memiliki dampak paling
              luas, khususnya mencakup tiga layanan inti, yaitu transportasi (Goride), pesan-antar makanan
              (Gofood), dan uang elektronik (Gopay).

              Di samping itu pula layanan yang menunjukkan hasil pertumbuhan yang menjanjikan di tengah
              pandemi seperti bisnis logistik, yang tumbuh 80 persen sejak awal pandemi atau layanan belanja
              kebutuhan sehari-hari (grocery) yang telah naik dua kali lipat..

















                                                           135
   131   132   133   134   135   136   137   138   139   140   141