Page 144 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 JUNI 2020
P. 144
Hal itu karena perubahan perilaku dan preferensi konsumen yang sangat signifikan di masa
pandemi covid-19.
Co-CEO Gojek, Kevin Aluwi mengatakan, pihaknya akan memprioritaskan bisnis inti yang
memberikan dampak luas, yaitu bisnis transportasi, pesan-antar makanan dan uang elektronik.
"Menyusul hal itu, maka sumber daya yang kami miliki sebagian besar dikonsentrasikan untuk
mendukung bisnis transportasi online, pesan-antar makanan dan kebutuhan pokok, serta
dompet digital. Selain bisnis inti ini, layanan lainnya juga masih memiliki peluang untuk lebih
berkembang seperti layanan kesehatan yang bekerja sama dengan Halodoc," ungkap Kevin
dalam keterangan resmi, Rabu (24/6).
Kevin menambahkan, seiring ditetapkannya strategi ini. Maka akan dihentikan sejumlah layanan
noninti yang terdampak pandemi covid-19. Selain itu, perampingan struktur perusahaan secara
menyeluruh untuk mengoptimalisasi pertumbuhan yang berkesinambungan di masa
mendatang.
Layanan GoLife yang meliputi layanan GoMassage dan GoClean, serta GoFood Festival yang
merupakan jaringan pujasera GoFood di sejumlah lokasi, akan dihentikan. Keputusan ini diambil
berdasarkan evaluasi atas situasi makro ekonomi dan perubahan perilaku masyarakat yang
menjadi lebih waspada terhadap aktivitas yang melibatkan kontak fisik ataupun kegiatan yang
tidak memungkinkan untuk berjaga jarak.
"Kedua bisnis ini, GoLife dan GoFood Festival membutuhkan interaksi jarak dekat, dan
mengalami penurunan permintaan secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir seiring
dengan pandemi covid-19. Aplikasi GoLife dapat digunakan hingga 27 Juli 2020," sambungnya.
Menyusul hal tersebut, sebanyak 430 karyawan (9% dari total karyawan), yang sebagian besar
berasal dari divisi yang terkait dengan GoLife dan GoFood Festival, akan meninggalkan Gojek
sebagai bagian dari evaluasi terhadap struktur perusahaan secara keseluruhan. Ini merupakan
satu-satunya keputusan pengurangan karyawan yang Gojek lakukan di tengah situasi covid-19.
Menurut Kevin, langkah yang telah diumumkan ini membuat perusahaan dapat menggunakan
sumber daya yang ada untuk memperkuat fokus kepada bisnis yang memiliki dampak paling
luas, khususnya mencakup tiga layanan inti.
"Di samping juga layanan yang menunjukkan hasil pertumbuhan yang menjanjikan di tengah
pandemi seperti bisnis logistik, yang tumbuh 80% sejak awal pandemi atau layanan belanja
kebutuhan sehari-hari (grocery) yang telah naik dua kali lipat," ujar Kevin.
Meskipun melakukan PHK, Gojek akan tetap memberikan benefit termasuk pesangon sesuai
dengan standar yang ditetapkan pemerintah. Berikut adalah dukungan perusahaan bagi
karyawan yang terdampak:
1. Pesangon: Keberlangsungan finansial menjadi perhatian terbesar saat ini. Karyawan yang
terdampak akan menerima pesangon (kami menetapkan minimum gaji 4 pekan) ditambah
tambahan 4 pekan gaji untuk setiap tahun lamanya bekerja.
2. Pembayaran gaji selama periode pemberitahuan: Kami tidak mewajibkan karyawan yang
terdampak untuk bekerja saat sudah memasuki periode pemberitahuan, supaya karyawan dapat
fokus memikirkan mengenai rencana mereka di masa mendatang. Namun, kami tetap akan
membayar gaji mereka secara penuh.
3. Equity arrangement: Masa tunggu (annual cliff) bagi karyawan yang memiliki hak kepemilikan
saham akan dihapus, sehingga karyawan yang meninggalkan Gojek dapat memiliki saham di
perusahaan yang telah mereka bangun.
143

