Page 34 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 JUNI 2020
P. 34
Status dekakom ternyata tidak cukup untuk melindungi sejumlah karyawan perusahaan dari
pemutusan hubungan kerja (PHK).
Kasus lay-off karyawan yang terjadi i Gojek justru terjadi setelah perusahaan yang didirikan oleh
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim tersebut belum lama
meraup investasi dari dua perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat, yaitu Facebook
Inc. dan Paypal Holdings Inc.
Mengutip Bloomberg, Facebook menanamkan modal sebesar USS300 juta di Gojek dan memiliki
saham 2,4% di salah satu unit usaha Gojek, yakni GoPay.
Kabar mengejutkan itu muncul pada Selasa (23/6). Gojek secara resmi melakukan PHK kepada
430 karyawan atau 9% dari total karyawan. Sebagian besar berasal dari divisi yang terkait
dengan GoLife dan GoFood Festival
Pihak perusahaan mengatakan ratusan orang tersebut meninggalkan Gojek sebagai bagian dari
evaluasi atas struktur perusahaan secara keseluruhan.
"Ini merupakan satu-satu-nya keputusan pengurangan karyawan yang Gojek lakukan di tengah
situasi Covid-19," tutur manajemen Gojek melalui keterangan resminya.
Dalam surat elektronik internal perusahaan yang dikirimkan oleh Co-CEO Gojek Andre Soelistyo
dan Kevin Aluwi kepada karyawan, keputusan
tersebut diambil sebagai keharusan perusahaan merespons pandemi Covid-19 dan
meningkatkan fokus dalam memperkuat bisnis.
"Fokus pada layanan inti, menghentikan layanan yang tidak dapat bertahan di tengah pandemi,
dan mengambil keputusan berani untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan prioritas
pelanggan akan memastikan perusahaan dapat selalu membuat dampak positif bagi kehidupan
jutaan orang serta juga memastikan pertumbuhan di masa mendatang," demikian tertulis di
dalam surel internal tersebut.
Beberapa layanan di lini GoLife, yakni GoMassage, GoClean, dan GoFood Festival, yang
merupakan jaringan pujasera GoFood di sejumlah lokasi, akan dihentikan.
Ke depan, Gojek akan berfokus pada lini bisnis yang dinilai memiliki dampak paling luas kepada
masyarakat sebagai langkah jangka panjang dalam menghadapi pandemi Covid-19, antara lain
transportasi, pesan antar makanan, dan uang elektronik. Sementara itu, layanan GoRide yang
notabene adalah inti bisnis dari Gojek, bukannya tidak menghadapi risiko.
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi selama 3 hari pertama pemberlakuan tarif uji coba
pada awal Mei 2020, pihak perusahaan belum lama ini melaporkan terjadi penurunan
permintaan yang cukup signifikan dan berdampak kepada penghasilan mitra pengemudi.
Selain itu, risiko penurunan permintaan harus pula dipertimbangkan oleh perusahaan mengingat
ketatnya protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah guna menghentikan penyebaran
Covid-19 dan faktor psikologis masyarakat yang kemungkinan belum sepenuhnya normal.
Sebagai antisipasi, perusahaan mempertajam fokus kepada layanan yang menunjukkan
pertumbuhan paling menjanjikan, seperti bisnis logistik yang dikatakan tumbuh hingga 80%
dan layanan belanja kebutuhan sehari-hari yang naik 2 kali lipat sejak awal pandemi.
LANGKAH EFEKTIF
33

