Page 4 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 JUNI 2020
P. 4
Usai melalui pemeriksaan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nunukan di
Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, seluruhnya dinyatakan nonreaktif dan langsung bisa
melanjutkan perjalanan ke Parepare, Sulsel menggunakan kapal swasta.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nunukan, Aris Suyono mengatakan,
untuk data pekerja migran, sejatinya ada sebanyak 270 orang yang rencananya dipulangkan
dari Pusat Tahanan Sementara (PTS) Tawau. Namun, pemulangan dilakukan dalam 2 tahap.
Tahap pertama dilakukan Rabu (24/6) sebanyak sebanyak 134 orang. Untuk tahap kedua,
direncanakan dilakukan pada hari Jumat (26/6) mendatang dengan jumlah sebanyak sebanyak
133 orang.
Sementara untuk WNI, hanya pada pemulangan yang dilakukan Rabu (24/6). "Kedatangan WNI-
PMI dari Tawau Malaysia tadi (kemarin, Red), semuanya merupakan tujuan Sulawesi," ujar Aris
seperti dikutip Radar Tarakan (Jawa Pos Group), Kamis (25/6).
Seluruh yang dipulangkan tersebut, juga telah melalui pemeriksaan kesehatan tes polymerase
chain reaction (PCR) di Tawau. Tes merupakan pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi
keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus. selain itu tes PCR juga digunakan untuk
mendiagnosis penyakit Covid-19, yaitu dengan mendeteksi material genetik virus Covid-19.
Aris menyampaikan, memang dalam prosedurnya, sesampainya di Pelabuhan Tunon Taka
Nunukan, untuk kewaspadaan dan antisipasi, petugas Gugus Tugas tetap melakukan screening
pada dokumen, suhu tubuh dan gejala ISPA, surat bebas Covid-19, bagi yang sudah melakukan
tes PCR.
Usai melalui proses screening, jika tidak ditemukan reaktif atas screening, langsung akan
diberangkatkan ke Sulawesi menggunakan kapal swasta Thalia. "Dari hasil laporan terakhir di
lapangan, tidak ada yang reaktif, jadi semuanya bisa bisa melanjutkan perjalanan ke Sulawesi,
baik untuk WNI yang tertahan ataupun PMI yang dideportasi," beber Aris.
Sementara itu, Kepala Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau, Sulistijo Djati Ismojo juga
mengakui, sebelum diberangkatkan, para WNI tersebut, terlebih dahulu menjalani tes PCR
dengan hasil negatif. Pemeriksaan dilakukan oleh pihak kesehatan yang berwenang di Tawau.
"Ya, di Tawau mereka juga sudah melewati pemeriksaan kesehatan," ujar Djati.
KRI Tawau sendiri, dalam hal ini memang membantu memfasilitasi proses verifikasi
kewarganegaraan, penerbitan surat perjalanan laksana paspor (SPLP) dan berkoordinasi dengan
berbagai pihak terkait di Sabah maupun instansi terkait di Nunukan, guna persiapan
pemulangan.
"Jika keduanya siap, kami pun siap untuk fasilitasi pemulangan. PMI masih ada yang akan
dideportasi mendatang. Jadi ini akan terus dilakukan kemudian," imbuh Djati..
3

