Page 339 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2020
P. 339
Grafik penyebarannya masih menunjukkan pertambahan. Orang yang positif corona
semakin banyak. Yang meninggal juga semakin banyak," kata dia.
Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengatakan kedatangan
500 TKA China ke RI tak akan dalam waktu dekat.
Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Binapenta dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan Aris
Wahyudi menjelaskan, kedatangan 500 TKA China ke Indonesia masih tertunda.
Pasalnya, Indonesia baru saja menerapkan status pembatasan transportasi
berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020.
"Itu masih jauh dari kedatangan. Bukan berarti hari ini kita teken, terus besok
mereka tiba. Prosedurnya masih panjang karena mereka masih harus visa, imigrasi,
Kemenkum HAM, ke kedutaan," ujar Aris dihubungi Kompas.com, Kamis
(30/4/2020).
Dia memastikan, hadirnya 500 TKA China tersebut akan datang kala pemerintah
telah mencabut status pembatasan transportasi.
"Jadi tidak dalam waktu dekat ini, bisa Juni, Juli. Kayaknya dari perusahaan
memandang di- suspend ," ujarnya.
Bergulirnya isu kedatangan 500 TKA membuat Juru Bicara Menteri Koordinator
Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi memberikan penjelasan.
Pertama, Jodi memastikan tidak ada kepentingan Menko Kemaritiman dan Investasi
Luhut Binsar Pandjaitan dengan rencana kedatangan 500 TKA China tersebut. Sejak
periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Luhut memang menangani
urusan investasi, termasuk investasi asal China.
"Tidak ada kepentingan Pak Luhut pribadi di sana (soal 500 TKA China) selain hanya
ingin melihat kemajuan daerah dan Indonesia sebagai pemain utama dalam
peningkatan nilai tambah komoditas nikel," kata Jodi kepada Kompas.com, Kamis
(30/4/2020).
Ia mengatakan, kedatangan para TKA China lantaran kemampuannya dibutuhkan.
Sebab ucapnya, tenaga kerja lokal belum bisa menggantikan para TKA tersebut.
Apalagi kata dia, perusahaan tempat TKA China dipekerjakaan menggunakan
teknologi yang berasal dari Negeri Tirai Bambu tersebut.
Meski begitu ungkapnya, pemerintah tak tinggal diam. Agar kebutuhan sumberdaya
manusia yang handal terpenuhi, pemerintah membangun politeknik di Morowali.
Jodi menyebut akan ada 600 lulusan setiap tahunnya. Ia berharap nantinya para
lulusan tersebut bisa secara bertahap menggantikan para pekerja asing.
Page 338 of 695.

