Page 354 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2020
P. 354

menggenjot pelatihan katering di BLK Lembang selama 10 hari, dengan peserta
               korban PHK dan dirumahkan atau masyarakat secara luas yang terdampak Covid-
               19.

               Ida menjelaskan, pelatihan katering tanggap Covid-19 merupakan bentuk langkah
               konkrit refocusing yang bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan dasar bagi
               peserta pelatihan; membantu pencegahan dan penanganan dampak Covid-19;
               pemberdayaan masyarakat yang terdampak penyebaran Covid-19; dan
               meningkatkan ketahanan ekonomi melalui pemberian insentif berupa uang saku
               pelatihan.

               Ida menambahkan, di seluruh Indonesia ada 216 program di Binalattas dan
               Binapenta yang difokuskan untuk penanganan Covid-19. Bukan hanya program
               model pelatihan, tetapi juga ada program padat karya produktif, padat karya
               infrastruktur, Tenaga Kerja Mandiri (TKM), Teknologi Tepat Guna.

               "Itu semua diharapakan dapat menampung masyarakat yang belum dapat
               kesempatan kartu prakerja, " katanya.

               Menurut Menaker, dalam kondisi normal, peserta pelatihan tak diberikan insentif.
               Namun saat ini dilakukan refocusing anggaran Kementerian Ketenagakerjaan (
               Kemnaker ), dengan menyisihkan dan mengalihkan biaya perjalanan dinas untuk
               memberikan insentif kepada peserta pelatihan. Kemnaker menggelar pelatihan
               tanggap Covid-19, yang bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat yang
               terdampak penyebaran Covid-19 serta meningkatkan ketahanan ekonomi melalui
               pemberian insentif berupa uang saku pelatihan. Jumlah BLK dan BPP yang
               mengikuti pelatihan tanggap Covid-19 sebanyak 19 BLK UPTP; 2 BPP UPTP; 129 BLK
               UPTD dan 4 BLK Komunitas.

               "Pelatihan mempertimbangkan protocol kesehatan, PSBB dan kebijakan/peraturan
               pemerintah lainnya, maka metode pelatihan yang digunakan berupa On-line
               training; Blended Training; Distance Training dan Off-line training," katanya.

               Pelatihan tanggap Covid-19 telah menghasilkan produksi masker sebanyak
               2.097.500 buah, faceshield 64.800 buah, hand sanitizer 136.250 liter, dan baju alat
               pelindung diri (APD)/hazmet sebanyak 56.000 buah, cooking 318.000 boks nasi,
               wastafel Covid-19 1.584 buah, Peti Covid-19 sebanyak 50 buah dan disinfektan
               sebanyak 82.940 liter.

               Hasil produksi dari pelatihan digunakan/dimanfaatkan oleh masyarakat guna
               menanggulangi penyebaran COVID-19, diantaranya untuk petugas rumah sakit dan
               Puskesmas; TNI dan Polri; Posko Penanganan Covid-19 dan BNPB; asosiasi
               kedokteran/tenaga kesehatan; relawan penanganan Covid-19; pengendara jalan
               umum dan ojek; pedagang pasar dan kaki lima; pegawai/karyawan instansi
               pemerintah/swasta; dan petugas sekuriti kementerian/lembaga, instansi pemerintah
               daerah dan swasta.




                                                      Page 353 of 695.
   349   350   351   352   353   354   355   356   357   358   359