Page 464 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2020
P. 464
"Butuh bantuan dan kebijakan pemerintah baik pusat maupun daerah agar kami
(pengusaha) tidak gulung tikar," kata Afie Kalla dalam keterangannya.
Dia mengungkapkan, sebagian besar anggotanya yang merupakan kalangan milenial
dan rumahan tengah mengalami kesulitan karena penjualan (omzet) berkurang
sampai dengan 70 persen terutama di Jakarta dan Bali.
Masalah terbesar bagi para UKM ini adalah momentum Ramadhan dan Lebaran,
yang di mana ini merupakan momen mendulang pendapatan besar bagi sebagian
besar pengusaha muda, jelas dia.
Lebih lanjut Diatce G Harahap, selaku Ketua Bidang 8 UKM & Start-Up HIPMI JAYA
dan CEO Titik Temu Coffee berharap pemerintah pusat dan daerah bisa memberikan
kebijakan langsung yang akan berdampak positif kepada UKM.
Adapun usulan dari UMKM yang tergabung di HIPMI JAYA adalah tersedianya
pinjaman darurat, libur/ keringanan pajak (PB1 dan PPh 21) termasuk sektor
manufaktur.
"Bantuan ini akan meringankan untuk menekan biaya operasional bulanan seperti
iuran gas, air, dan listrik yang harus tetap dibayar," ujar dia.
Afie Kalla berharap pemerintah daerah (Pemprov DKI Jakarta) dapat melibatkan
anggotanya ke dalam kegiatan-kegiatan yang dapat membantu mengatasi
penyebaran COVID-19.
"Kami siap untuk berkerja sama dengan Pemprov DKI agar karyawan UMKM tetap
mendapat THR dan gaji," ujar Afie.
Page 463 of 695.

