Page 459 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2020
P. 459

Title          PERUSAHAAN DAPAT DISKON IURAN JAMSOSTEK, JANGAN LUPA BAYAR THR YA!
               Media Name     detik.com
               Pub. Date      01 Mei 2020
                              https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/4998205/perusahaan-dap at-diskon-
               Page/URL
                              iuran-jamsostek-jangan-lupa-bayar-thr-ya
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive









               Jakarta - Ratusan ribu perusahaan yang terdampak COVID-19 mengajukan relaksasi
               keringanan pembayaran iuran Jamsostek. Permintaan itu dikabulkan pemerintah
               dengan harapan mereka juga membayarkan THR karyawannya.

               Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan
               pemerintah akan memberikan pemotongan iuran sebesar 90% untuk iuran Jaminan
               Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm) selama 3 bulan. Pemotongan
               bisa diperpanjang 3 bulan berikutnya.

               "Terkait relaksasi pembayaran iuran Jamsostek ada 116.705 perusahaan yang
               terdampak COVID-19 meminta relaksasi," tuturnya dalam konferensi pers virtual,
               Kamis (30/4/2020).

               Dari permintaan relaksasi itu pemerintah menghitung setidaknya ada total iuran
               yang ditunda sekitar Rp 12,36 triliun. Angka itu terdiri dari penundaan iuran JKK
               sebesar Rp 2,6 triliun, JKm sebesar Rp 1,3 triliun dan penundaan iuran jaminan
               pensiun selama 3 bulan sebesar Rp 8,74 triliun.

               Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah menjelaskan, substansi yang akan diatur dalam
               RPP itu nantinya berupa penyesuaian iuran terhadap program JKK, JKN dan Jaminan
               Pensiun. Sementara JHT tidak masuk dalam program relaksasi.

               Untuk iuran JKK bagi peserta penerima upah diberikan relaksasi hanya membayar
               10% dari iuran normal. Sementara untuk iuran peserta bukan penerima upah juga
               hanya dibayarkan 10% dari nominal tertentu dari penghasilan peserta sebagaimana
               ini tercantum dalam PP nomor 44 tahun 2015.

               "Kemudian bagi pekerja pada perusahaan sektor konstruksi, iuran JKK sebesar 10%
               dari sisa iuran yang belum dibayarkan," tambahnya.

               Untuk iuran JKm bagi peserta penerima upah hanya akan dibayarkan 10% dari iuran
               normal. Lalu bagi peserta bukan penerima upah, besaran iuran JKm yang
               dibayarkan sebesar Rp 600 ribu setiap bulannya.

               "Kemudian bagi pekerja pada perusahaan sektor jasa konstruksi, iuran JKm sebesar
               10% dari sisa iuran yang belum dibayarkan," terangnya.



                                                      Page 458 of 695.
   454   455   456   457   458   459   460   461   462   463   464