Page 485 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2020
P. 485

Dilansir Kompas.com, Minggu (1/5/2016), langkah awal pemerintahan Soeharto
               untuk menghilangkan perayaan May Day dilakukan dengan mengganti nama
               Kementerian Perburuhan pada Kabinet Dwikora menjadi Departemen Tenaga Kerja.

               Hingga kini namanya menjadi Kementerian Ketenagakerjaan dan bukan
               Kementerian Perburuhan.

               Selain itu Soeharto menggunakan Awaloedin Djamin untuk mengisi jabatan menteri
               di Departemen Tenaga Kerja, karena berlatar belakang perwira polisi.

               Pada Mei 1966, Awaloedin mengusahakan agar Hari Buruh saat itu tidak dirayakan
               karena berkonotasi kiri. Tapi gagal, karena buruh masih kuat.

               Barulah setahun kemudian dia berhasil menghapuskan peringatan Hari Buruh.

               Era reformasi Caranya dengan melemparkan gagasan bahwa peringatan May Day
               selama ini telah dimanfaatkan oleh SOBCI/PKI.

               Selanjutnya serikat buruh digiring untuk berorientasi ekonomis. Mulai dengan
               menyatukan seluruh serikat buruh yang tersisa dari huru-hara 1965 ke dalam
               Federasi Buruh Seluruh Indonesia (FBSI).

               Lalu kemudian itu berubah menjadi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI).

               Meski begitu, nasib buruh tidak banyak berubah. Organisasi tersebut dekat dengan
               pemerintah dan dinilai tidak independen karena didanai pemerintah.

               Tuntutan mulai lagi saat era reformasi. Tak hanya buruh yang berdemo, tapi juga
               ribuan mahasiswa menuntut agar 1 Mei kembali dijadikan Hari Buruh dan Hari Libur
               Nasional.

               Tapi demo berkembang tuntutannya saat era SBY. Mereka juga menuntut revisi UU
               Ketenagakerjaan hingga jaminan sosial.

               Akhirnya itu membuahkan BPJS Kesehatan hingga BPJS Ketenagakerjaan.

               Jadi hari libur nasional Keinginan para buruh untuk libur pada Hari Buruh terkabul
               setelah Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal berdiskusi dengan
               Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan jajarannya pada 2013.

               Diberitakan Harian Kompas, Selasa (30/4/2013), hari libur tersebut berlaku setahun
               kemudian, yaitu 2014.

               "Ada kado istimewa dari Presiden Yudhoyono, di mana pemerintah akan menjadikan
               1 Mei sebagai hari libur nasional," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja
               Indonesia Said Iqbal, Senin (29/4).



                                                      Page 484 of 695.
   480   481   482   483   484   485   486   487   488   489   490