Page 490 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2020
P. 490

proyeksi pertumbuhan ekonomi global pun ikut terdampak oleh penyebaran virus.

               Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO) mencatat penurunan kunjungan
               wisatawan di tingkat global mencapai 20 sampai 30 persen.

               Laporan dampak sosial dan ekonomi akibat COVID-19 PBB itu sejalan dengan
               pernyataan Dana Moneter Internasional (IMF) yang menyebut dunia kemungkinan
               akan menghadapi resesi ekonomi yang lebih parah dari krisis keuangan 2009.

               Melihat kondisi itu Sekjen PBB Guterres menyerukan kepada negara-negara mitra
               untuk menguatkan solidaritas, khususnya kepada negara-negara maju agar
               membantu negara berkembang dan berpenghasilan rendah menguatkan sistem
               layanan kesehatannya.

               Sebagai warga dunia, Indonesia pun tidak lepas dari imbas tersebut, khususnya di
               dalam sektor ketenagakerjaan.

               Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan hingga data sampai Kamis
               (16/4) pihaknya mencatat total sebanyak 1.943.916 orang pekerja yang dirumahkan
               atau menjadi korban PHK akibat COVID-19.

               Dari jumlah tersebut, 1.500.156 orang adalah pekerja sektor formal dari 83.546
               perusahaan yang dirumahkan atau terkena PHK.

               Angka itu, kemudian meningkat pada Rabu (22/4) menjadi sebanyak 2.084.593
               pekerja yang terpaksa dirumahkan atau terkena PHK akibat dampak wabah COVID-
               19.

               Menaker dalam sebuah diskusi daring menyebut total antara sektor formal dan
               informal yang di-PHK dan dirumahkan itu perusahaannya ada 116.370 orang
               pekerja dan jumlah pekerjanya ada 2.084.593 orang.

               Dari sisi perbandingan, buruh yang dirumahkan persentasenya lebih besar
               ketimbang yang di-PHK. Jika kini sudah memasuki bulan Mei, dipastikan angka-
               angka itu akan terus bergerak naik sehingga kondisinya semakin memrihatinkan.

               Tidak terbendung Presiden Joko Widodo dalam beberapa kesempatan selalu
               menyatakan dan mengimbau pengusaha menjadikan upaya PHK buruh dan pekerja
               menjadi hal paling akhir yang bisa diambil.

               Namun, fakta di lapangan juga menyatakan bahwa kebijakan itu tidak terbendung.

               Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani
               mengharapkan pemerintah tetap mengedepankan dua kepentingan secara paralel,
               yaitu kepentingan pemutusan penyebaran COVID-19 dan kepentingan
               mempertahankan ekonomi agar mengurangi terjadinya PHK.




                                                      Page 489 of 695.
   485   486   487   488   489   490   491   492   493   494   495