Page 493 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2020
P. 493
Title HARI BURUH, PEMERINTAH DIMINTA PERHATIKAN TENAGA MEDIS HONORER
Media Name mediaindonesia.com
Pub. Date 01 Mei 2020
https://mediaindonesia.com/read/detail/309338-hari-buruh-pemerintah-di minta-
Page/URL
perhatikan-tenaga-medis-honorer
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
PERINGATAN Hari Buruh Internasional atau pada 1 Mei 2020 kali ini, menjadi duka
yang mendalam bagi pekerja di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Ancaman
Covid-19 yang berdampak terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal dan
sepihak di beberapa perusahaan membuat nasib pekerja dan rakyat Indonesia
semakin tidak menentu.
Demikian yang disampaikan oleh Presiden ASPEK Indonesia Mirah Sumirat lewat
keterangan resminya, Jumat (1/5). Ironisnya, kata dia, status hubungan kerja para
tenaga medis di lingkungan PP AGD Dinkes DKI mayoritas terjadi pada tenaga
honorer, padahal mereka salah satu garda terdepan dalam proses evakuasi dan
penanganan pasien covid-19.
"Mereka bahkan juga tidak termasuk dalam pekerja yang mendapatkan insentif dari
Gubernur DKI Jakarta, sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta
No.23 tahun 2020 tentang Pemberian Insentif Kepada Tenaga Kesehatan dan
Tenaga Penunjang Kesehatan Dalam Penanggulangan Bencana Wabah Covid-19,"
sambung Mirah.
Peraturan yang ditandatangani Gubernur DKI Jakarta tanggal 17 Maret 2020,
dikatakan hanya memberikan insentif kepada tenaga kesehatan dan tenaga
penunjang kesehatan yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah, Rumah Sakit
Khusus Daerah, Pusat Kesehatan Masyarakat dan Rumah Sakit Rujukan di Jakarta.
Melihat kinerja dan pengabdian pekerja di PP AGD Dinkes DKI, sudah sepantasnya
jika mereka diberikan kepastian status hubungan kerja menjadi aparatur sipil negara
dan mendapatkan hak kesejahteraan yang lebih baik.
"Dampak covid-19 juga mengakibatkan banyak terjadi PHK massal yang dilakukan
sepihak oleh perusahaan, termasuk tidak dibayarkannya gaji dan tunjangan hari
raya (THR) yang seharusnya menjadi hak normatif pekerja," ujarnya.
Dalam kondisi darurat wabah saat ini, selayaknya perusahaan tidak hanya
mementingkan pendapatan dan laba perusahaan, atau bahkan dengan sengaja
mengabaikan aspek kesehatan dan keselamatan manusia yang menjadi pekerjanya.
"ASPEK Indonesia mendesak Pemerintah untuk tegas dalam kebijakannya, agar
perusahaan tetap membayar penuh gaji dan THR pekerjanya serta memberikan
Page 492 of 695.

