Page 497 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2020
P. 497

Title          MAY DAY KELABU DI JATIM: 32.365 BURUH DIRUMAHKAN, 5.348 BURUH PHK
               Media Name     beritajatim.com
               Pub. Date      01 Mei 2020
                              http://beritajatim.com/politik-pemerintahan/may-day-kelabu-di-jatim-32 -365-buruh-
               Page/URL
                              dirumahkan-5-348-buruh-phk/
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive










               Surabaya - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebut peringatan
               Hari Buruh Internasional tahun ini diselimuti keprihatinan mendalam.

               Situasi darurat Covid-19 mengakibatkan tidak sedikit pelaku usaha yang merugi dan
               gulung tikar, sehingga berimbas pada buruh. Situasi ini, kata Khofifah tidak hanya
               terjadi di Indonesia, tapi di sekitar 213 negara dunia.

               "Tidak ada yang menginginkan ini terjadi. Ini semua di luar kuasa kita sebagai
               manusia. Tidak hanya berat untuk para buruh, tapi juga pelaku usaha. Semua
               merasakan dampaknya," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya usai
               jalan pagi, Jumat (1/5/2020).

               Khofifah mencatat, jumlah pekerja di Jatim yang dirumahkan mencapai 32.365 dari
               555 perusahaan, yang sebagian besar melanda sektor perhotelan dan pariwisata.
               Selanjutnya, juga berdampak terhadap sektor-sektor lain yang menyebabkan
               terjadinya PHK. Hingga akhir April sebanyak 5.348 pekerja dari 210 perusahaan di
               Jatim telah di-PHK.

               Tidak hanya itu, lanjut Khofifah, para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jatim pun
               ikut terimbas dampak Covid-19 ini. Total ada 1.895 orang PMI yang pulang akibat
               habis kontrak. Sedangkan, 386 lainnya dipulangkan paksa (deportasi) dari negara
               tujuan pekerja.

               Wabah Covid-19 ini juga menyebabkan 4.801 calon PMI yang seharusnya berangkat
               ke luar negeri untuk bekerja, namun negara penerima menolak kehadiran mereka.
               Dengan demikian, para calon PMI tersebut menambah jumlah angka pengangguran
               di Jatim.

               "Tidak banyak yang bisa dilakukan. Ini tahun berat, karenanya saya pun meminta
               para buruh untuk bersabar dan menunggu, hingga situasi kembali normal,"
               tuturnya.

               Khofifah mengatakan, Pemerintah Pusat dan Pemprov Jatim tengah berupaya
               maksimal mengatasi persoalan ini. Salah satunya dengan meluncurkan kartu pra
               kerja sebagai social safety net. Dukungan yang diberikan Pemprov Jatim berupa





                                                      Page 496 of 695.
   492   493   494   495   496   497   498   499   500   501   502