Page 491 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2020
P. 491

Ia memberi contoh kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang
               penerapannya penting untuk ditaati oleh seluruh pemangku kepentingan demi
               keselamatan masyarakat dalam skala luas, namun penerapannya juga berpotensi
               mengakibatkan munculnya kerawanan sosial dari terhentinya kegiatan ekonomi riil.

               Imbasnya, berbagai jenis pusat perbelanjaan, pabrik atau perusahaan skala besar
               menengah dan kecil terhenti dan tidak mampu lagi memberikan gaji atau tunjangan
               kepada pekerjanya.

               Akibatnya pada jangka menengah nanti akan berpotensi memunculkan masalah
               baru yaitu stagnansi ekonomi, efek domino yang terjadi adalah munculnya
               penggangguran baru dan tidak terserapnya angkatan kerja dari "fresh graduate".

               Karena itulah, menurut Presiden Joko Widodo ketika membuka rapat terbatas
               tentang mitigasi dampak Covid-19 di sektor ketenagakerjaan melalui konferensi
               video, di Jakarta Kamis (30/4), pemerintah melakukan sejumlah upaya, salah
               satunya melalui pemberian stimulus ekonomi.

               Kepala Negara meminta penyaluran stimulus ekonomi kepada pelaku usaha di
               tengah pandemi COVID-19 tepat sasaran, yakni diutamakan bagi pengusaha yang
               berkomitmen tidak melakukan PHK kepada karyawannya.

               Selain itu, memastikan program stimulus ekonomi tersebut betul-betul segera
               diimplementasikan dan berjalan sehingga dirasakan oleh manfaatnya oleh para
               pelaku usaha.

               Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyatakan
               bahwa bersama Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) mengapresiasi keputusan
               Presiden Joko Widodo yang telah mendengarkan pandangan semua pihak, termasuk
               masukan dari serikat buruh demi kebaikan seluruh bangsa dan rakyat Indonesia,
               terkait pernyataan pemerintah menghentikan atau menunda pembahasan Omnibus
               Law RUU Cipta Kerja Klaster Ketenagakerjaan selama pandemi COVID-19.

               Said Iqbal bersama dua pimpinan konfederasi serikat buruh lainnya, yang tergabung
               dalam MPBI, yakni Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI)
               Andi Gani Nena Wea dan dan Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera
               Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban pada Rabu (22/4/) diterima Presiden Joko
               Widodo terkait penundaan pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja itu.

               Keputusan Presiden Jokowi itu disebutnya momentum bagi semua, termasuk kaum
               buruh untuk menjaga persatuan Indonesia dalam melawan COVID-19 dan mengatur
               strategi bersama mencegah darurat PHK setelah pandemi COVID-19.

               Selain itu, juga akan mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh untuk
               membahas ulang klaster ketenagakerjaan di Omnibus Law RUU Cipta Kerja dengan
               melibatkan serikat pekerja/serikat buruh, yang tercermin dari pernyataan Presiden
               yang menyatakan akan mendengarkan pandangan semua pemangku kepentingan.



                                                      Page 490 of 695.
   486   487   488   489   490   491   492   493   494   495   496