Page 563 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2020
P. 563

Title          HARI BURUH, SERIKAT PEKERJA MIGAS MINTA OMNIBUS LAW DIKAJI KEMBALI
               Media Name     antaranews.com
               Pub. Date      01 Mei 2020
                              https://www.antaranews.com/berita/1458027/hari-buruh-serikat-pekerja-m igas-minta-
               Page/URL
                              omnibus-law-dikaji-kembali
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive











               Banyak tumpang tindih dalam Omnibus Law itu. Isinya juga banyak merugikan para
               buruh Jakarta - Memperingati Hari Buruh, Konfederasi Serikat Pekerja Migas
               Indonesia (KSPMI) meminta pemerintah untuk membatalkan Omnibus Law Klaster
               Ketenagakerjaan RUU Cipta Kerja.

               "Banyak tumpang tindih dalam Omnibus Law itu. Isinya juga banyak merugikan
               para buruh," ujar Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Migas Indonesia (KSPMI)
               Faisal Yusran ketika dihubungi di Jakarta, Jumat.

               Ia mengatakan bahwa salah satu tujuan pemerintah yakni mempermudah perizinan
               investasi agar dapat menopang ekonomi nasional. Namun, terdapat cukup banyak
               pasal-pasal yang tidak sesuai dengan semangat meningkatkan kesejahteraan buruh.

               "Kalimat pemerintah, Omnibus Law dikeluarkan untuk menyederhanakan proses
               bisnis, namun dikaitkan dengan tenaga kerja sehingga tumpang tindih. Lebih
               banyak dibahas terkait outsourcing , upah hingga THR," paparnya.

               Situasi itu, menurut dia, akan membuat kesejahteraan buruh semakin tertekan.
               Padahal buruh merupakan salah satu kekuatan penting dalam menjaga
               perekonomian.

               "Banyak hak-hak buruh ke depan semakin tertekan karena tidak ada aspek
               perlindungan," ucapnya.

               Faisal Yusra juga mengatakan bahwa perlindungan dan kesejahteraan buruh masih
               menjadi salah satu hal yang masih harus diperjuangkan.

               "Di hari buruh ini, buruh Indonesia masih tetap berjuang untuk meningkatkan
               perlindungan dan kesejahteraan," ujarnya.

               Ia mengatakan di tengah pandemi COVID-19 ini buruh semakin terpuruk karena
               banyak perusahaan yang mulai melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

               "Dengan kondisi sekarang ini bagaimana jaring pengaman sosial bagi buruh di
               Indonesia, karena mulai banyak PHK. Kita harapkan pengawasan pemerintah



                                                      Page 562 of 695.
   558   559   560   561   562   563   564   565   566   567   568