Page 647 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2020
P. 647
terdampak tersebut.
"Bantuan tunai ini memang yang dibutuhkan oleh teman-teman pekerja yang
terkena dampak Covid-19. Karena itu untuk mereka bisa bertahan hidup. Tapi
anggaran Rp 5 triliun dari total anggaran Kartu Pra Kerja Rp 20 triliun untuk
pelatihan ini yang menjadi masalah. Ini yang akan digunakan untuk pelatihan secara
online, ini tidak pas. Karena yang terdampak ini sudah terlatih, dan sekarang lebih
butuh bantuan tunai," katanya.
Kalaupun dana tersebut tetap disalurkan untuk pelatihan para pencari kerja,
katanya, akan lebih baik jika diseharkan pelatihannya kepada balai-balai pelatihan
dinas tenaga kerja yang sudah ada di setiap daerah. Dengan kecanggihan teknologi
informasi, katanya, pelatihan lewat online bisa didapat secara gratis.
"Kita fokus sekarang orang mau menghadapi Lebaran, dalam keadaan puasa,
kemudian setelah itu masuk anak sekolah, daftar ulang anak sekolah, yang anaknya
mau naik kelas, yang mau ke SD ke SMP ke SMA, sekarang fokusnya di situ. Tidak
memikirkan pelatihan," ujarnya.
Mengenai hal tersebut pun, katanya, pihaknya sudah berkirim surat kepada
pemerintah pusat supaya lebih fokus menangani masalah pekerja yang dirumahkan
dan terkena PHK ini, daripada menyelenggarakan pelatihan onlinr kepada mereka
yang sudah terlatih ini.
"Kami membikin surat resmi kepada Presiden untuk menghentikan program
pelatihan ini. Kartu Pra Kerjanya kita minta diberikan dalam bentuk bantuan
langsung kepada pekerja terdampak Covid-19," katanya.
Dalam kesempatan tersebut Roy mengatakan tetap menyuarakan penghentian PHK,
penolakan terhadap penundaan dan pencicilan THR, dan menyuarakan berbagai
aspirasi lain untuk kesejahteraan pekerja di Indonesia
Page 646 of 695.

