Page 40 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 JULI 2019
P. 40

"Sampai sekarang belum ada lagi kabar," kata Ilyas.

               Berbagai cara dilakukan oleh Ilyas sekeluarga untuk memulangkan Carmi , mulai
               dari mengadu ke perusahaan yang memberangkatkan anaknya itu, pemerintah
               desa, hingga lembaga perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

               Ilyas mengatakan, ia juga pernah ditawari oleh seseorang yang mengaku memiliki
               cara untuk memulangkan TKW yang tak kunjung pulang, namun setelah
               mengeluarkan banyak uang, Carmi tetap saja tidak kunjung pulang.

               "Sudah habis harta, benda, demi anak. Tapi saya yakin anak saya masih hidup,"
               kata Ilyas.

               Ibu kandung Carmi , Warniah (75), hanya bisa berharap, anak sulungnya tersebut
               dapat kembali pulang ke kampung halaman, karena berbagai cara telah dilakukan
               namun tidak membuahkan hasil.

               Sembilan adik kandung Carmi , kata Warniah, sebagiannya telah menikah dan
               memiliki anak bahkan cucu. Ia pun yakin Carmi pun telah menikah serta dalam
               kondisi sehat di Arab Saudi.

               "Saya berharap anak saya bisa pulang, itu saja," katanya.

               Kesembilan adik-adik Carmi pun, kini sudah punya anak banyak, bahkan ada juga
               yang sudah punya cucu.

               Begitu juga Carmi , jika sudah berumah tangga, pastinya sama.

               Sofiyuddin (48), paman Carmi , menyebutkan, kalau sampai saat ini ia masih
               menyimpan berkas keberangkatan, mulai dari surat KBRI, surat permintaan pulang,
               hingga salinan identitas Carmi , berupa paspor.

               "Waktu berangkat alamatnya masih Astanajapura. Kami meminta belas kasihan pak
               presiden, agar keponakan saya bisa pulang," katanya.

               Sebelumnya, Fitriyah (36), asal Kampung Lungbenda, Blok Desa, Kecamatan
               Palimanan, Kabupaten Cirebon , selama 13 tahun hilang kontak dengan keluarga
               setelah 13 tahun bekerja di Jeddah, Arab Saudi.

               Berangkat pada Desember 2006, Fitriyah diberangkatakan oleh perusahaan jasa
               penyalur tenaga kerja untuk ke luar negeri yang berada di Jakarta, yakni PT Safika
               Jaya Utama Kedua orangtua Fitriyah, Marka (58) dan Sunia (54), saat ini hanya bisa
               memandangi lembar foto Fitriyah, anak ketiga dari empat bersaudara itu, anaknya
               tersebut terakhir berkomunikasi saat berangkat pada 2006.

               Marka mengatakan, satu tahun setelah bekerja di Jeddah, Fitriyah sempat
               mengirimkan uang gaji tersebut kepada, namun tidak mampu berkomunikasi,



                                                       Page 39 of 131.
   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45