Page 37 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 JULI 2019
P. 37

sama sekali tidak diketahui oleh pihak keluarga.

               Pada tahun 1995, Ilyas pun mendatangi kantor PT Umah Sejati Alwidah di Jakarta,
               untuk mengetahui keberadaan anaknya tersebut, dalam waktu singkat itu Ilyas pun
               berhasil berkomunikasi dengan Carmi.

               Ilyas mengatakan, Carmi yang merupakan anak pertama dari 10 bersaudara itu,
               bekerja di rumah pasangan suami istri Suud bin Hudaiban dan Habibah, di Riyadh,
               Arab Saudi, sebagai asisten rumah tangga (ART).

               "Sampai sekarang belum ada lagi kabar," kata Ilyas.

               Berbagai cara dilakukan oleh Ilyas sekeluarga untuk memulangkan Carmi , mulai
               dari mengadu ke perusahaan yang memberangkatkan anaknya itu, pemerintah
               desa, hingga lembaga perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

               Ilyas mengatakan, ia pernah ditawari oleh seseorang yang mengaku memiliki cara
               untuk memulangkan TKW yang tak kunjung pulang, namun setelah mengeluarkan
               banyak uang, Carmi tetap saja tidak kunjung pulang.

               "Sudah habis harta, benda, demi anak. Tapi saya yakin anak saya masih hidup,"
               kata Ilyas.

               Ibu kandung Carmi , Warniah (75), hanya bisa berharap, anak sulungnya tersebut
               dapat kembali pulang ke kampung halaman, karena berbagai cara telah dilakukan
               namun tidak membuahkan hasil.

               Sembilan adik kandung Carmi , kata Warniah, sebagiannya telah menikah dan
               memiliki anak bahkan cucu. Ia pun yakin Carmi pun telah menikah serta dalam
               kondisi sehat di Arab Saudi.

               "Saya berharap anak saya bisa pulang, itu saja," katanya.

               Kesembilan adik-adik Carmi pun, kini sudah punya anak banyak, bahkan ada juga
               yang sudah punya cucu. Begitu juga Carmi , jika sudah berumah tangga, pastinya
               sama.

               Sofiyuddin (48), paman Carmi , menyebutkan sampai saat ini ia masih menyimpan
               berkas keberangkatan, mulai dari surat KBRI, surat permintaan pulang, hingga
               salinan identitas Carmi , berupa paspor.

               "Waktu berangkat alamatnya masih Astanajapura. Kami meminta belas kasihan Pak
               Presiden, agar keponakan saya bisa pulang," katanya.

               Sebelumnya, Fitriyah (36), asal Kampung Lungbenda, Blok Desa, Kecamatan
               Palimanan, Kabupaten Cirebon, selama 13 tahun hilang kontak dengan keluarga
               setelah 13 tahun bekerja di Jeddah, Arab Saudi.



                                                       Page 36 of 131.
   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42