Page 62 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 JULI 2019
P. 62

Sebagaimana diketahui, saat ini hingga beberapa tahun ke depan, Jepang akan
               mengalami shortage tenaga kerja dan ageing society. Kondisi tersebut
               menyebabkan Jepang kekurangan akan tenaga kerja usia produktif. Untuk itu,
               Jepang menerbitkan regulasi keimigrasian berupa residential status baru bagi SSW
               (TKA) yang akan bekerja ke Jepang.
               "Kerja sama SSW ini sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak. Bagi Indonesia
               sendiri, ini adalah kesempatan untuk mengisi sejumlah jabatan yang dibutuhkan di
               Jepang," jelas Menaker.

               Kebutuhan SSW di Jepang mencapai 345.150 tenaga kerja. Kuota tersebut
               diperuntukan untuk mengisi 14 sektor pekerjaan. "Kami berharap dapat mengisi
               sedikitnya 20 persen dari kebutuhan SSW di Jepang. Atau menempatkan sekitar 70
               ribu tenaga kerja Indonesia ke Jepang," ujar Menaker.

               Selain itu, pertemuan ini merupakan tindak lanjut MoC tentang Technical Intern
               Training Program (TITP) antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang yang
               ditandatangani pada 25 Juni 2019.

               Lebih lanjut, Menaker berharap adanya transfer of technology kepada pekerja
               migran maupun pemagang Indonesia sepulangnya dari Jepang. "Sehingga, pekerja
               migran dan pemagang Indonesia memiliki skill yang berkembang usai bekerja di
               Jepang," paparnya.

               Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemnaker, Bambang Satrio Lelono,
               menambahkan, salah satu kendala tenaga kerja Indonesia untuk bekerja di luar
               negeri adalah bahasa. Untuk itu, Pemerintah Indonesia mengharap dukungan
               investasi pelatihan bahasa guna menciptakan tenaga kerja yang siap kerja maupun
               mendukung proses pemagangan bagi pemagang Indonesia.

               Selain membantu proses adaptasi pekerja migran dan pemagang, Bambang
               menyebut investasi bahasa akan turut meningkatkan perlindungan bagi pekerja
               migran dan pemagang. "Dan terkait perlindungan mereka sudah membuat regulasi
               perlindungan warga negara asing yang ada di 126 paket kebijakan pelindungan,"
               terang Bambang.

               Bambang memastikan, pihak Jepang telah menyepakati segala hal ikhwal berkaitan
               dengan penempatan tenaga kerja SSW dan pemagang TITP. Baik investasi pelatihan
               bahasa, transfer of technology, hingga perlindungan bagi pekerja migran dan
               pemagang. "Sehingga jaminan ini membuat warga negara asing itu nyaman untuk
               hidup di Jepang," ujarnya.















                                                       Page 61 of 131.
   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66   67