Page 66 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 JULI 2019
P. 66
Sebagaimana diketahui, saat ini hingga beberapa tahun ke depan, Jepang akan
mengalami shortage tenaga kerja dan ageing society. Kondisi tersebut
menyebabkan Jepang kekurangan akan tenaga kerja usia produktif. Untuk itu,
Jepang menerbitkan regulasi keimigrasian berupa residential status baru bagi SSW
(TKA) yang akan bekerja ke Jepang.
"Kerja sama SSW ini sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak. Bagi Indonesia
sendiri, ini adalah kesempatan untuk mengisi sejumlah jabatan yang dibutuhkan di
Jepang," jelas Hanif.
Kebutuhan SSW di Jepang mencapai 345.150 tenaga kerja. Kuota tersebut
diperuntukan untuk mengisi 14 sektor pekerjaan. "Kami berharap dapat mengisi
sedikitnya 20 persen dari kebutuhan SSW di Jepang. Atau menempatkan sekitar 70
ribu tenaga kerja Indonesia ke Jepang," ujar Menaker.
Selain itu, pertemuan ini merupakan tindak lanjut MoC tentang Technical Intern
Training Program (TITP) antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang yang
ditandatangani pada 25 Juni 2019.
Lebih lanjut, Hanif berharap adanya transfer of technology kepada pekerja migran
maupun pemagang Indonesia sepulangnya dari Jepang. "Sehingga, pekerja migran
dan pemagang Indonesia memiliki skill yang berkembang usai bekerja di Jepang,"
paparnya.
Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemnaker, Bambang Satrio Lelono,
menambahkan, salah satu kendala tenaga kerja Indonesia untuk bekerja di luar
negeri adalah bahasa. Untuk itu, Pemerintah Indonesia mengharap dukungan
investasi pelatihan bahasa guna menciptakan tenaga kerja yang siap kerja maupun
mendukung proses pemagangan bagi pemagang Indonesia.
Selain membantu proses adaptasi pekerja migran dan pemagang, Bambang
menyebut investasi bahasa akan turut meningkatkan perlindungan bagi pekerja
migran dan pemagang.
"Dan terkait perlindungan mereka sudah membuat regulasi perlindungan warga
negara asing yang ada di 126 paket kebijakan pelindungan," terang Bambang.
Bambang memastikan, pihak Jepang telah menyepakati segala hal ikhwal berkaitan
dengan penempatan tenaga kerja SSW dan pemagang TITP. Baik investasi pelatihan
bahasa, transfer of technology, hingga perlindungan bagi pekerja migran dan
pemagang.
"Sehingga jaminan ini membuat warga negara asing itu nyaman untuk hidup di
Jepang," ujarnya.
Page 65 of 131.

