Page 158 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 JUNI 2020
P. 158

pelindungan kepada semua PMI ABK, ini adalah momentum perbaikan tata kelola
               pelindungan PMI ABK. Bagi saya, mereka adalah warga negara VVIP dan BP2MI
               wajib memberikan pelindungan kepada mereka dari ujung rambut sampai ke ujung
               kaki," tegas Benny.


               Kepulangan kesembilan ABK merupakan tindak lanjut dari pengaduan yang telah
               diterima BP2MI. Para ABK tersebut mengadukan perihal jam kerja yang melebihi
               ketentuan dan gaji yang belum dibayarkan, baik gaji di atas kapal, gaji yang
               dikirimkan ke rumah dan gaji memancing yang dijanjikan oleh kapten kapal. Gaji
               yang baru diterima oleh mereka sebesar Rp 650.000 atau setara US$ 50.

               Kesembilan ABK juga menyatakan mendapatkan perlakuan tidak layak dari kapten
               dan ABK Tiongkok, mulai dari perkataan hingga tindakan fisik. Saat pengaduan
               dibuat, ABK berada di Mess di Tiongkok tanpa adanya kejelasan sampai kapan. Pada
               hari sebelumnya, mereka sempat diajak untuk bekerja lagi oleh kapten kapal,
               namun mereka tolak karena tidak mau mendapat perlakuan kasar kembali dari
               kapten kapal.

               "Selain mendapat kekerasan, mereka juga mendapatkan ancaman dari manning
               agency Indonesia (Amay). Jika mereka tidak mau kembali ke kapal, maka tidak akan
               bisa pulang. Ada pun agen perekrut sembilan ABK yaitu PT Maritim Samudra
               Indonesia (MSI), PT Rimba Ciptaan Indah (RCI), dan PT Novarica Agatha Mandiri,"
               ujar Benny.

               Benny mengatakan, BP2MI melalui lawyer telah berkomunikasi dengan ABK dan
               manning agency. Penanganan awal yang dilakukan adalah dengan meminta
               manning agency untuk menjamin asupan makanan bagi para ABK agar tidak
               kelaparan selama berada di Mess.


               "Dalam penanganan masalah ini, BP2MI juga telah berkoordinasi dengan Perwakilan
               RI dan tetap menindaklanjuti penanganan pengaduan hingga seluruh hak-hak ABK
               terpenuhi. Tentunya bekerja sama dengan Bareskrim, perwakilan RI dan
               Kementerian Ketengakerjaan. BP2MI juga telah berkoordinasi dengan Kementerian
               Luar Negeri karena permasalahan kesembilan PMI ABK tersebut diduga merupakan
               tindak pidana perdagangan orang (TPPO)," ungkap Benny.

               Terkait kepulangan WNI termasuk PMI ke Tanah Air selama masa pandemi Covid-
               19, Benny juga mengungkapkan data yang diterima BP2MI dari Gugus Tugas
               Percepatan Penanganan Covid-19 per tanggal 29 Mei 2020.

               Data ini mencatat ada sebanyak 8.615 WNI repatriasi yang telah terdaftar oleh tim
               Gugus Tugas dimana sebanyak 2.590 WNI menjalankan karantina di tempat yang
               telah disediakan, 6.025 WNI telah selesai menjalani karantina dan kembali ke
               daerah asalnya, serta 535 WNI yang dinyatakan positif Covid-19 melalui  test  SWAB
               245 orang dan  rapid test  290 orang..









                                                      Page 157 of 197.
   153   154   155   156   157   158   159   160   161   162   163