Page 163 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 JUNI 2020
P. 163

Title          KSPI: BURUH LEBIH BUTUH SOLUSI DARI ANCAMAN PHK KETIMBANG "NEW NORMAL"
               Media Name     kompas.com
               Pub. Date      29 Mei 2020
                              https://nasional.kompas.com/read/2020/05/29/08291541/kspi-buruh-lebih- butuh-solusi-
               Page/URL
                              dari-ancaman-phk-ketimbang-new-normal
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive









               JAKARTA, - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia ( KSPI) Said Iqbal
               menegaskan kelompok buruh lebih membutuhkan solusi dari adanya ancaman
               gelombang PHK ketimbang penerapan kenormalan baru atau new normal di tengah
               pandemi Covid-19.


               "Menghadapi situasi di mana sedang terjadi PHK besar-besaran, yang dibutuhkan
               bukan new normal, yang dibutuhkan saat ini adalah mempersiapkan solusi terhadap
               ancaman PHK," ujar Said dalam keterangan tertulis, Kamis (28/5/2020).

               Menurut Said, pemerintah seharusnya mempersiapkan solusi dari ancaman
               gelombang PHK agar jutaan buruh bisa bekerja kembali.


               Seharusnya, kata dia, pemerintah memaksimalkan pemberian bantuan langsung
               tunai (BLT) dan memberikan subsidi upah.


               "Bukan meminta bekerja kembali di tengah pandemi yang mengancam hilangnya
               nyawa," tegasnya.


               "Lagipula, bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan, akan kembali bekerja di
               mana?" tambah dia.

               Menurutnya, tanpa new normal pun sebenarnya masih banyak perusahaan yang
               masih meminta buruhnya tetap bekerja.

               Dengan demikian, yang dibutuhkan para buruh dan pengusaha bukan new nomal.

               Tetapi regulasi dan strategi untuk memastikan bahan baku impor bisa masuk dan
               selalu tersedia di industri.

               Di sisi lain, lanjut dia, penting untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap
               dollar Amerika Serikat.


               "Sebab, sebagian perusahaan meliburkan karyawan atau melakukan PHK akibat
               profit perusahaan menipis bahkan negatif, akibat mereka harus membeli bahan
               baku dari impor dengan harga dollar dan menjual dengan rupiah yang sudah
               terpuruk, kata Said.






                                                      Page 162 of 197.
   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167   168