Page 168 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 JUNI 2020
P. 168
Title KEMKO MARITIM: 500 TKA TIONGKOK PERCEPAT PEMBANGUNAN SMELTER
Media Name beritasatu.com
Pub. Date 29 Mei 2020
https://www.beritasatu.com/nasional/638553/kemko-maritim-500-tka-tiong kok-
Page/URL
percepat-pembangunan-smelter
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengatakan
rencana kehadiran 500 tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok sekitar akhir Juni
atau awal Juli mendatang untuk mempercepat pembangunan smelter dengan
teknologi RKEF dari Tiongkok.
Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi
dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, menjelaskan rencana kehadiran 500
TKA Tiongkok itu disebut-sebut seolah menggeser pekerja Indonesia.
Teknologi RKEF diklaim bisa membangun secara ekonomis, cepat, dan memiliki
standar lingkungan yang baik. Teknologi itu juga menghasilkan produk hilirisasi nikel
yang bisa bersaing di pasar internasional.
"Kenapa butuh TKA dimaksud? Karena mereka bagian dari tim konstruksi yang akan
mempercepat pembangunan smelter dimaksud. Setelah smelter tersebut jadi, maka
TKA tersebut akan kembali ke negara masing-masing. Pada saat operasi, mayoritas
tenaga kerja berasal dari lokal," ungkap Jodi.
Dia memberi contoh di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Morowali,
Sulawesi Tengah, yang saat ini mayoritas sudah beroperasi secara penuh,
mempekerjakan 39.500 tenaga kerja lokal dan 5.500 TKA.
"Jadi jumlah TKA kira-kira 12 persen dari total pekerja, saya yakin jika proses
pembangunan smelter yang baru sudah selesai jumlahnya pun akan turun," kata
Jodi.
Di Weda Bay, yang saat ini sebagian besar masih dalam fase konstruksi, jumlah
tenaga kerja mencapai 8.900 orang, dengan rincian sebanyak 7.700 tenaga kerja
lokal dan 1.200 orang TKA.
Contoh lain, yakni di Kawasan industri Virtue Dragon di Konawe, Sulawesi Tenggara,
yang beberapa waktu lalu juga menuai kritikan, memiliki jumlah tenaga kerja
sebanyak 11.790 orang dengan komposisi 11.084 tenaga kerja Indonesia dan 706
TKA Tiongkok.
"Jadi kalau nambah 500 TKA untuk mempercepat progres konstruksi agar cepat
beroperasi sehingga tenaga kerja lokal bisa lebih banyak diserap, apakah hal itu
suatu yang salah? Jadi TKA yang datang ini bukan malah mengambil pekerjaan dari
Page 167 of 197.

