Page 173 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 JUNI 2020
P. 173
Selanjutnya pada Selasa (26/5), suami Fujiyanti mendatangi kantor P4TKI Sukabumi
untuk mengadukan permasalahan istrinya. Diketahui bahwa PMI Fujiyanti
diberangkatkan secara ilegal ke Arab Saudi oleh pihak calo bernama Neneng Nurlita,
melalui embarkasi Surabaya.
Suaminya sendiri tidak mengetahui keberangkatan tersebut, hingga istrinya sudah
tiba di Arab Saudi pada Desember 2019 lalu. Setelah adanya kejadian ini, calo
tersebut menyatakan sanggup untuk memulangkan PMI Fujiyanti ke Tanah Air,
sehingga suaminya tidak mengadu ke kepolisian setempat. Namun hingga saat ini,
istrinya belum juga dipulangkan.
Kepala UPT Bandung, Ade Kusnadi mengatakan BP2MI telah melakukan koordinasi
dengan Atase Ketenagakerjaan (Atnaker) Jeddah untuk mengetahui kondisi PMI
Fujiyanti, yang berada di Provinsi Tabuk sekitar 1.200 km dari Jeddah. Pihaknya
mendapat informasi Fujiyanti merasa tidak betah karena selalu mendapatkan
pekerjaan yang banyak dan ingin pulang ke kampung halaman, serta pernah
mendapatkan kekerasan.
"Diperoleh informasi bahwa pada tanggal 15 Mei 2020 lalu, Atnaker sudah
berkomunikasi dengan PMI Fujiyanti. Ia menyatakan kondisinya dalam keadaan
baik. Ia selalu mendapatkan gaji sebagai haknya, namun merasa tidak betah
bekerja karena pekerjaannya yang sangat banyak dan ingin pulang ke kampung
halaman. Ia mengatakan pernah mendapatkan kekerasan fisik satu kali dari
majikan, tetapi tidak seperti yang diberitakan di media," ujar Ade.
Ade mengatakan pihaknya terus berkomunikasi dengan pihak keluarga Fujiyanti,
berdasarkan koordinasi dengan Atnaker, kendala untuk memulangkan PMI Fujiyanti
saat ini adalah adanya kebijakan lockdown di negara penempatan tersebut,
sehingga perwakilan RI kesulitan untuk memfasilitasi kepulangannya.
"Pihak keluarga memahami adanya kondisi lockdown disana, dan telah
menyarankan PMI untuk bersabar karena Pemerintah RI akan terus berupaya untuk
memulangkannya ke kampung halaman saat kondisi sudah memungkinkan," kata
Ade.
Sebelumnya diberitakan, Fujiyanti diduga menjadi korban penganiayaan majikannya
di Tabuk, Arab Saudi. Korban mengabarkan kondisinya melalui percakapan pesan ke
Imamul Ahyar, seorang aktivis Garda BMI di negara tersebut.
Dalam pengakuannya, korban kerap mendapat kekerasan fisik dari majikannya.
"Kasus ini baru tadi malam saya dapatkan langsung dari korban, dia mengalami
penyiksaan oleh majikan tempatnya bekerja. Diketahui korban penempatan tahun
2019," kata pria yang akrab disapa Ahyar tersebut melalui aplikasi perpesanan
kepada detikcom, Jumat (22/5).
(yld/idh)
Page 172 of 197.

