Page 175 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 JUNI 2020
P. 175
Tidak hanya pertumbuhan ekonomi yang melambat. Sejumlah sektor yang tidak
berjalan normal turut membuat sejumlah pekerja terdampak pandemi ini. Hingga
saat ini, berapa jumlah pekerja yang terdampak pandemi COVID-19? Lalu apa usaha
pemerintah menanggulangi hal tersebut?
Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), hingga 1 Mei 2020
setidaknya 1.722.958 pekerja terdampak COVID-19. Angka tersebut termasuk
pekerja di sektor formal maupun informal.
Jika dirinci, sebanyak 1.032.960 pekerja di sektor formal dirumahkan dan 375.165
orang lainnya di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Selain itu, sebanyak 314.833
pekerja di sektor informal turut terkena dampak COVID-19.
Angka tersebut, menurut Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, merupakan jumlah
yang telah terverifikasi. Selain itu, Kementerian Ketenagakerjaan juga masih
melakukan verifikasi dan validasi terkait jumlah pekerja yang terdampak.
"Itu data yang sudah clear, by name dan by address, serta dilengkapi NIK KTP. Ada
juga 1,2 juta pekerja yang diproses tahap verifikasi dan validasi sehingga totalnya
sekitar 3 juta pekerja yang terdampak," kata Ida di Cengkareng, Jakarta Barat,
Jumat (8/5/2020).
BPS mencatat jumlah pengangguran di Indonesia pada Februari 2020 sebanyak 6,88
juta orang. Angka tersebut juga diprediksi akan bertambah akibat pandemi ini. Di
sisi lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut jika ekonomi Indonesia tumbuh
sebesar 2,3 persen pada tahun ini, maka diperkirakan akan muncul 2,92 juta
pengangguran baru.
Namun, lanjut Menkeu, jika perekonomian Indonesia hanya tumbuh 0,4 persen
pada tahun ini, jumlah pengangguran baru akan lebih banyak. Sri Mulyani
memperkirakan akan muncul pengangguran baru sebanyak 5,23 juta orang pada
skenario ini.
Guna meredam dampak ekonomi akibat COVID-19, pemerintah sejak beberapa
waktu lalu telah mulai memberikan stimulus. Hingga April 2020, tercatat pemerintah
telah mengeluarkan tiga paket kebijakan. Pertama, stimulus sebesar Rp8,5 triliun
untuk pariwisata yang kemudian dibatalkan kecuali bagi kuota rumah murah di
properti dan tambahan bantuan sosial.
Kedua, stimulus sebesar Rp22,5 triliun untuk industri manufaktur, mulai dari
keringanan pajak, kemudahan ekspor impor, dan pembebasan bea masuk. Stimulus
ketiga yaitu senilai Rp150 triliun dari total tambahan anggaran Rp405,1 triliun yang
disiapkan pemerintah untuk penanggulangan COVID-19.
Besaran stimulus yang digelontorkan pemerintah sebesar Rp405,1 triliun tersebut
setara 2,6 persen pendapatan domestik bruto (PDB). Namun, jika dibandingkan
negara tetangga, stimulus Indonesia kalah besar dibandingkan Malaysia yang
mencapai 17 persen PDB dan Singapura sebesar 12 persen PDB.
Page 174 of 197.

