Page 26 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 JUNI 2020
P. 26
banyak menceritakan pengalaman hidup hingga menjadi juru masak kondang.
Kemudian, masih dalam video yang disaksikan Hasbiyah, Chef Juna juga turut
menjelaskan berbagai macam peralatan yang digunakan, hingga cara memasak
macam-macam jenis makanan. Terdapat 30 cuplikan video yang berdurasi cukup
Panjang, sekitar satu jam.
"Saya percepat saja menonton tayangan itu," kata Hasbiyah. Namun, ia merasa
kecewa, tak ada yang istimewa dalam pelatihan secara daring tersebut. Sebab,
banyak video cara memasak yang lebih lengkap dan bisa didapat secara gratis pada
laman-laman daring.
Menurutnya, anggaran Rp 1 juta buat satu orang peserta Kartu Prakerja yang
diharuskan sebagai biaya pelatihan daring di tengah kesulitan ekonomi rakyat akibat
pandemi wabah covid-19, menjadi sia-sia.
"Saya lebih butuh bantuan tunai untuk kebutuhan sehari-hari. Karena saat situasi saat
ini, kami serba kekurangan. Mendingan diberikan saja uang pelatihan itu untuk
kebutuhan sehari-hari." Perempuan ini berharap, insentif senilai Rp 600 ribu dari Kartu
Prakerja segera cair. Tujuan utama Hasbiyah mengikuti program Kartu Prakerja
sebenarnya adalah uang insentif itu, untuk penyambung hidup setelah tiga bulan di
PHK di tempat kerja yang lama.
"Setelah dapat sertifikat dari pelatihan itu, saya juga bingung buat apa. Karena untuk
mencari kerja sekarang susah. Pada situasi sekarang ini, kami butuhnya uang buat
beli sembako," ucap Hasbiyah. Lain lagi Gerry Lutfiansyah, mantan karyawan hotel
korban PHK ini kesulitan mengakses program Kartu Prakerja. Gerry mengakui sudah
tiga bulan menganggur karena diberhentikan dari tempat kerjanya, Savero Hotel,
yang terdampak pandemi corona.
Sejak gelombang pertama pada 14 April 2020, ia telah mendaftar program Kartu
Prakerja, namun gagal. Pada gelombang kedua dan ketiga pendaftaran, dia juga tetap
tidak lolos. "Pengalaman saya sudah banyak untuk mendaftar jadi peserta. Saya tiga
kali mendaftar, tetap tidak berhasil, keterangannya karena sudah melebihi kuota,"
kata Gerry.
Gerry menuturkan, orientasinya ikut program Kartu Prakerja adalah berharap dapat
uang insentif Rp 600 ribu. Menurutnya, buruh korban PHK seperti dia tidak terlalu
membutuhkan pelatihan prakerja di tengah situasi pandemi. "Saat ini yang kami
butuhkan adalah bantuan tunai buat kebutuhan sehari-hari. Karena untuk mencari
pekerjaan sekarang juga susah. Percuma pelatihan tapi lapangan pekerjaan tidak ada,
buat apa sertifikat pelatihan itu, tidak ada gunanya," kata Gerry, mencibir.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Tatik Suharti, eks buruh pabrik garmen di
Jakarta Timur. Ibu tiga anak ini terkena PHK dari PT Greentex Indonesia Utama pada
tiga bulan lalu. Tatik mengakui sudah kali ketiga mendaftar program Kartu Prakerja,
tapi tetap gagal diterima. Padahal, Tatik sangat berharap bisa ikut pelatihan prakerja,
agar mendapat wawasan dan uang insentif guna membiayai kebutuhan keseharian.
Page 25 of 197.

