Page 29 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 JUNI 2020
P. 29

Ada pula pelatihan dari Arman Wiratmoko, Vice President of Corporate Strategy and
               Finance Ruang Guru; dan, Adilla Inda Diningsih, SVP Sales & Marketing Ruangguru.

               Sementara  dalam  Peraturan  Menteri  Koordinator  bidang  Perekonomian  Nomor  3
               Tahun  2020,  tidak  pernah  dijelaskan  mengenai  lembaga  pelatihan  yang
               penyelenggaranya  bersifat  individu.  Pasal  26  Permenko  Perekonomian  No  3/2020
               mengatur  serangkaian  kriteria  yang  harus  dipenuhi  lembaga  pelatihan,  misalnya
               memiliki kerja sama dengan platform digital.

               Lembaga pelatihan pada Kartu Prakerja juga wajib memunyai perizinan berusaha atau
               nomor induk berusaha (NIB), yang diterbitkan oleh sistem online single submission
               (OSS).  Kriteria  tersebut,  tentu  akan  sulit  terpenuhi  bila  lembaga  pelatihan  yang
               menyelenggarakan kursus adalah individu. Peneliti ICW Wana Alamsyah mengatakan,
               kualitas  sejumlah  lembaga  pelatihan  dadakan  tersebut  patut  diragukan.  Pasalnya,
               lembaga-lembaga        tersebut     belum     teruji    dan     berpengalaman       dalam
               menyelenggarakan pelatihan daring.

               Dia  mengatakan,  keberadaan  lembaga  pelatihan  dadakan  sebagai  mitra  pelatihan
               Kartu Prakerja dinilai bertentangan dengan Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2020
               tentang Pengembangan Kompetensi Kerja Melalui Program Kartu Prakerja. Pasal 2
               perpres itu menyebutkan, tujuan program Kartu Prakerja adalah mengembangkan
               kompetensi  angkatan  kerja,  dan  meningkatkan  produktivitas  serta  daya  saing
               angkatan  kerja.  "Bagaimana  pemerintah  dapat  mencapai  tujuan  tersebut,  kalau
               lembaga  pelatihan  yang  menyelenggarakan  kursusnya  pun  masih  dipertanyakan
               pengalaman dan kemampuannya," kata Wanna.

               Sesuai persyaratan Eka TP Simanjuntak, Direktur Esekutif Yayasan Nusantara Sejati
               sekaligus  peneliti  kebijakan  pelatihan  ketenagakerjaan,  meminta  pemerintah
               menghentikan  dan  menunda  program  Kartu  Prakerja.  Sebab,  program  ini
               menimbulkan banyak kejanggalan dan sejumlah permasalahan, seperti kompetensi
               sejumlah  lembaga  pelatihan  yang  belum  terakreditasi.  Persoalan  itu,  kata  Eka,
               pelaksana managemen Kartu Prakerja dan mitra swasta tak memunyai sistem guna
               mengukur kualitas pelatihan, apakah mampu meningkatkan kompetensi peserta atau
               tidak.

               Ia  mengatakan,  pemerintah  harus  mengacu  Pasal  23  Peraturan  Menteri
               Ketengakerjaan  RI  Nomor  34  Tahun  2016  tentang  Akreditasi  Lembaga  Pelatihan,
               untuk memilih lembaga pelatihan atau mitra dalam program Kartu Prakerja. Aturan
               itu,  kata  dia,  menjelaskan  lembaga  pelatihan  harus  terakreditasi  Kementerian
               Ketenagakerjaan melalui Kerangka Mutu Pelatihan Indonesia (KMPI).

               Ada delapan pedoman yang dinilai, seperti kompetensi kerja, kurikulum dan silabus,
               materi pelatihan kerja, penilaian pelatihan kerja, tenaga pelatihan, sarana prasarana
               pelatihan kerja, tata kelola LPK, dan Keuangan. "Kalau ada orang yang tidak punya
               pengalaman pelatihan, lalu dijual, ini yang bahaya," kata Eka. Eka menilai, regulasi





                                                       Page 28 of 197.
   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34