Page 44 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 JUNI 2020
P. 44
Title PEMERINTAH PASTIKAN PEKERJA BERISIKO TERTULAR COVID-19 DAPAT JAMINAN
Media Name antaranews.com
Pub. Date 01 Juni 2020
https://www.antaranews.com/berita/1527792/pemerintah-pastikan-pekerja- berisiko-
Page/URL
tertular-covid-19-dapat-jaminan
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Pemerintah berupaya memastikan pekerja yang berisiko terinfeksi virus corona
penyebab COVID-19 mendapat jaminan kecelakaan kerja dengan menerbitkan surat
edaran mengenai perlindungan pekerja/buruh melalui program jaminan kecelakaan
kerja dalam kasus penyakit akibat kerja.
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor
M/8/HK.04/V/2020 tentang Perlindungan Pekerja/Buruh Dalam Program Jaminan
Kecelakaan Kerja Pada Kasus Penyakit Akibat Kerja Karena Corona Virus Disease
(COVID-19) dengan mempertimbangkan banyaknya kasus pekerja yang tertular
COVID-19 dan beberapa di antaranya meninggal dunia.
"Untuk itu pekerja/buruh dan/atau tenaga kerja yang mengalami penyakit akibat
kerja (PAK) karena COVID-19 berhak atas manfaat program Jaminan Kecelakaan
Kerja (JKK) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," kata Menteri
Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam surat edaran yang disampaikan Kementerian
Ketenagakerjaan di Jakarta pada Senin.
Surat Edaran tanggal 28 Mei 2020 yang ditujukan kepada gubernur di seluruh
Indonesia itu dibuat berdasarkan Peraturan Presiden RI Nomor 7 Tahun 2019
tentang Penyakit Akibat Kerja. Menurut peraturan pemerintah, COVID-19 dapat
dikategorikan sebagai PAK dalam klasifikasi penyakit yang disebabkan oleh pajanan
faktor yang timbul dari aktivitas pekerjaan, yaitu kelompok faktor pajanan biologi.
Menurut Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan, pekerja yang termasuk kategori
memiliki risiko khusus PAK akibat COVID-19 adalah tenaga medis dan tenaga
kesehatan yang bertugas merawat pasien di fasilitas layanan kesehatan atau tempat
lain yang ditetapkan pemerintah sebagai lokasi merawat pasien COVID-19.
Petugas kesehatan yang termasuk dalam kategori tersebut meliputi dokter, dokter
gigi, dokter spesialis dan dokter gigi spesialis, tenaga keperawatan dan kebidanan,
tenaga teknik biomedika dan ahli teknologi laboratorium medik, tenaga kefarmasian
seperti apoteker dan tenaga teknis kefarmasian, serta tenaga kesehatan masyarakat
seperti epidemiolog kesehatan.
Menurut Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan, pekerja pendukung di fasilitas
layanan kesehatan dan tempat lain yang ditetapkan sebagai tempat pelayanan
Page 43 of 197.

