Page 41 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 JUNI 2020
P. 41

dikategorikan memiliki risiko khusus atau spesifik yang dapat mengakibatkan PAK
               karena Covid-19 yaitu (1) tenaga medis dan tenaga kesehatan, yang meliputi
               tenaga kerja medis dan tenaga kerja kesehatan yang bertugas merawat atau
               mengobati pasien di rumah sakit, fasilitas kesehatan, dan atau atau tempat Iain
               yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai tempat untuk merawat atau mengobati
               pasien terinfeksi Covid-19.

               "Tenaga medis dan tenaga kesehatan tersebut yaitu dokter, dokter gigi, dokter
               spesialis dan dokter gigi spesialis, tenaga keperawatan, kebidanan, tenaga teknik
               biomedika serta ahli teknologi laboratorium medik, tenaga kefarmasian seperti
               apoteker dan tenaga teknis kefarmasian, dan tenaga kesehatan masyarakat seperti
               epidemiolog kesehatan," kata Ibu Ida.

               (2) tenaga pendukung atau supporting kesehatan pada rumah sakit, fasilitas
               kesehatan, dan atau atau tempat lain yang ditetapkan untuk menangani pasien
               terinfeksi Covid19. Mereka di antaranya cleaning service, pekerja laundry, dan
               lainnya; dan (3) tim relawan yang bertugas menanggulangi pandemi Covid-19.

               Lebih lanjut Ibu Ida dalam SE ini meminta kepada Para Gubernur untuk memastikan
               setiap pemberi kerja (perusahaan atau instansi atau lembaga atau organisasi) pada
               pekerjaan yang berisiko terkena Covid-19 melakukan upaya pencegahan seoptimal
               mungkin dan memaksimalkan Posko K3 Covid-19 agar tidak terjadi kasus PAK
               karena Covid-19 sesuai regulasi dan standar K3, serta protokol kesehatan terkait
               pencegahan dan pengendalian Covid-19.

               Selain itu, SE ini juga meminta perusahaan yang mempekerjakan pekerja atau
               buruh pada pekerjaan dengan risiko khusus atau spesifik tersebut agar
               mendaftarkan pekerja atau buruh tersebut ke dalam program jaminan sosial pada
               BPJS ketenagakerjaan dan memastikan pekerja atau buruh mendapatkan manfaat
               JKK.

               "Pemberi kerja yang belum mengikutsertakan pekerja atau buruh dalam program
               JKK pada BPJS Ketenagakerjaan, maka bila pekerja atau buruh mengalami PAK
               karena Covid-19, pemberi kerja memberikan hak manfaat program JKK sesuai
               dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," katanya.

               Ibu Ida juga meminta kepala Dinas Ketenagakerjaan seluruh Indonesia untuk
               meningkatkan pengawasan dan pembinaan dalam bidang K3 dan jaminan sosial
               ketenagakerjaan. Adapun, mekanisme pelaporan, diagnosis, penetapan, pemberian
               manfaat program JKK dan penyelesaian atas perbedaan pendapat dalam
               menetapkan PAK karena Covid-19 dilaksanakan dengan mengacu pada ketentuan
               peraturan perundang-undangan.

               "Sekali lagi, Saya meminta Kepala Dinasnaker agar menugaskan Pengawas
               Ketenagakerjaan untuk meningkatkan pembinaan dan pengawasan ketenagakerjaan
               bidang K3 dan jaminan sosial tenaga kerja, sesuai dengan ketentuan peraturan
               perundang-undangan," pungkas Ibu Ida.



                                                       Page 40 of 197.
   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46