Page 63 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 JUNI 2020
P. 63
Title BURUH TERKENA COVID-19 BERHAK PEROLEH MANFAAT JAMINAN KECELAKAAN KERJA
Media Name liputan6.com
Pub. Date 01 Juni 2020
https://www.liputan6.com/bisnis/read/4268157/buruh-terkena-covid-19-be rhak-peroleh-
Page/URL
manfaat-jaminan-kecelakaan-kerja
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menerbitkan Surat Edaran Menteri
Ketenagakerjaan RI Nomor M/8/HK.04/V/2020 tentang Perlindungan Pekerja/Buruh
Dalam Program Jaminan Kecelakaan Kerja Pada Kasus Penyakit Akibat Kerja Karena
Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Surat edaran tertanggal 28 Mei 2020 ini ditujukan kepada Gubernur Se-Indonesia
dengan mempertimbangkan banyaknya kasus pekerja atau buruh yang terinfeksi
Covid-19, dan beberapa di antaranya meninggal dunia. Terbitnya surat edaran ini
didasarkan Peraturan Presiden RI Nomor 7 Tahun 2019 tentang Penyakit Akibat
Kerja.
Ida mengatakan Covid-19 dapat dikategorikan sebagai Penyakit Akibat Kerja (PAK)
dalam klasifikasi penyakit yang disebabkan faktor yang timbul dari aktivitas
pekerjaan.
"Untuk itu pekerja/buruh dan/atau tenaga kerja yang mengalami Penyakit Akibat
Kerja (PAK) karena Covid-19 berhak atas manfaat program Jaminan Kecelakaan
Kerja (JKK) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," kata Ida
dalam keterangan tertulis, Senin, 1 Juni 2020.
Dalam surat edaran tersebut, Ida menjelaskan pekerja atau buruh yang dapat
dikategorikan memiliki risiko khusus dan spesifik yang dapat mengakibatkan PAK
karena Covid-19 yaitu tenaga medis dan tenaga kesehatan. Mereka meliputi tenaga
kerja medis dan tenaga kerja kesehatan yang bertugas merawat/mengobati pasien
di rumah sakit, fasilitas kesehatan, dan/atau tempat lain yang ditetapkan oleh
pemerintah sebagai tempat untuk merawat/mengobati pasien terinfeksi Covid-19.
"Tenaga medis dan tenaga kesehatan tersebut yaitu dokter, dokter gigi, dokter
spesialis dan dokter gigi spesialis, tenaga keperawatan, kebidanan, tenaga teknik
biomedika serti ahli teknologi laboratorium medik, tenaga kefarmasian seperti
apoteker dan tenaga teknis kefarmasian, dan tenaga kesehatan masyarakat seperti
epidemiolog kesehatan,"kata Ida.
Page 62 of 197.

