Page 78 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 OKTOBER 2019
P. 78
Title APJATI MINTA PEMBANGUNAN SDM UNGGUL PERHATIKAN PEKERJA MIGRAN
Media Name antaranews.com
Pub. Date 21 Oktober 2019
https://www.antaranews.com/berita/1124288/apjati-minta-pembangunan-sdm -unggul-
Page/URL
perhatikan-pekerja-migran
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jumlah penduduk Filipina lebih kecil, tetapi nilai remitansinya setahun 24 miliar
dollar AS, sementara Indonesia hanya 8,8 miliar dolar AS Jakarta - Pembangunan
sumber daya manusia (SDM) yang unggul perlu memperhatikan pekerja migran
yang akan berangkat ke luar negeri, kata Ketua Umum Asosiasi Jasa Perusahaan
Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) Ayub Basalamah.
"Pekerja migran perlu diperhatikan untuk menciptakan SDM yang unggul," ujar Ayub
dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Ayub memuji pidato Presiden Joko Widodo saat dilantik untuk menjadi presiden
pada periode kedua yang mengatakan fokus utama pembangunan SDM yang
unggul. Penyiapan SDM Indonesia yang unggul merupakan persyaratan utama jika
mau bersaing dengan negara-negara lain dan hal itu wajib disikapi secara serius
oleh seluruh komponen bangsa.
"Kami siap menjadi gugus terdepan dalam penyiapan SDM Unggul khususnya
bidang calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan ditempatkan keluar negeri,"
terang dia.
Menurut Ayub, anjuran Presiden agar seluruh komponen bangsa Indonesia
membantu penyiapan SDM Unggul sudah tepat. Negara-negara Asia Timur seperti
Korea Selatan, Taiwan, Singapura dan Hongkong memang maju mengikuti Jepang
yang lebih dulu, serius dalam menyiapkan anggota SDM Unggul.
"Di tingkat Asia Tenggara, Kamboja dan Vietnam pun kini sudah serius dalam
menyiapkan SDM unggul. Karena itu, kita jangan sampai tersisih dengan Vietnam
dan Kamboja dalam persaingan SDM di tingkat global," katanya.
Ayub menjelaskan Filipina mengandalkan pemasukan utamanya dari sektor pekerja
migran. Jumlah penduduknya lebih kecil dari Indonesia tetapi nilai remitansinya
setahun 24 miliar dollar AS, sementara Indonesia hanya 8,8 miliar dolar AS atau
sekitar Rp127 triliun per tahun.
Ayub menambahkan dalam rangka terciptanya SDM unggul terutama di sektor
pekerja migran, Apjati terus akan meningkatkan kerja sama dengan peguruan tinggi
dan lembaga sertifikasi profesi.
Page 77 of 104.

