Page 156 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JUNI 2020
P. 156
"Ada juga 12 juta orang yang terdampak, tetapi validasi masih dalam proses," ungkap Menteri
Ketenagakeijaan Ida Fauziah saat live IG bersama @suara_merde-ka dan @ idafauziyahnu,
Jumat (12/6) sore.
Dia memaparkan, terdapat sekitar 100 ribu pekeija migran yang kontrak kerjanya habis. Selain
itu, terdapat 34 ribu calon pekeija migran yang tertunda penempatannya di berbagai negara
akibat pandemi.
"Jadi ada sekitar 3 juta lebih di sektor ketenagakeijaan yang terdampak Covid-19. Mungkin
angkanya bisa lebih dari itu, karena dinamis sekali," imbuhnya.
Terkait keija dari rumah atau work from hotne (WFH), pihaknya telah melakukan survei bekeija
sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Hhasilnya menunjukkan sekitar
78% pekerja yang melakukan WFH mengaku tetap produktif.
"Sebagai hal yang baru, WFH ternyata berdampak positif dalam beberapa hal, misalnya
konsumsi listrik dan kertas. Di perkantoran jadi jauh lebih hemat. Di Kemenaker konsumsi listrik
turun sekitar 30%," tambah Ida.
Namun di sisi yang lain WFH berdampak kurang baik pada sektor tertentu, seperti transportasi,
usaha rumah makan, dan pariwisata.
Ida menambahkan, menjelang New Noimal, Kemenaker pada 17 Maret mengirim surat edaran
(SE) kepada seluruh gubernur untuk menekankan perlindungan terhadap tenaga keija dan
buruh dan sektor bisnis usaha dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19.
"Keberlangsungan usaha dijaga, perlindungan kesehatan dan perlindungan pengupahan
terpenuhi," ujarnya.
Untuk menghadapi New Normal, imbuh Ida, proses produksi harus dilakukan dengan mematuhi
protokol kesehatan, seperti jaga jarak, sering cuci tangan, dan mengurangi kerumunan.
"Karena harus menjaga jarak, mau tidak mau pola shifting (bergiliran) itu harus dilakukan demi
keselamatan bersama," katanya. (Gl-19)
caption;
LIVE IG : Suasana saat live IG @suara_merdeka dengan Menaker Ida Fauziyah, Jumat (12/6).
155

