Page 272 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JUNI 2020
P. 272

Jumlah pekerja anak yang telah ditarik dari bentuk-bentuk pekerjaan terburuk anak tersebut
              hingga kini sebanyak 134.456 orang pekerja anak, dari jumlah pekerja anak yang ada sekitar
              1,7 juta anak, sisa dari sekitar 4 juta anak.

              "Kemnaker  sendiri  menargetkan  penarikan pekerja  anak  untuk  tahun  2020  sebanyak  9  ribu
              pekerja anak," kata Menaker Ida saat membuka acara Webinar Nasional bertajuk "Tantangan
              dan Strategi Penanggulangan Pekerja Anak secara Kolektif dan Berkelanjutan", Jumat (12/6).

              Webinar ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Dunia Menentang Pekerja Anak.

              Menurutnya, dalam mewujudkan penghapusan pekerja anak harus dilakukan secara bersama-
              sama. Anak-anak harus tumbuh dan berkembang secara optimal, baik fisik, mental, sosial, dan
              intelektual.

              "Ini  merupakan  gerakan  bersama  yang  harus  dilaksanakan  secara  terkoordinasi  melibatkan
              semua  pihak:  pemerintah  pusat,  pemerintah  provinsi,  pemerintah  kabupaten/kota,  temen-
              temen  serikat  pekerja/buruh,  pengusaha,  untuk  bersama-sama  melakukan  upaya
              penanggulangan pekerja anak," katanya.

              Ia menyadari bahwa tidak semua anak memperoleh kesempatan hak-haknya secara penuh serta
              menikmati kesempatan kebutuhan mereka khas sebagai anak, terutama anak-anak yang terlahir
              dari keluarga miskin atau rumah tangga sangat miskin. Ia menyayangkan anak-anak yang sejak
              dini telah dilibatkan untuk membantu ekonomi keluarganya.

              "Ketidakberdayaan ekonomi orang tua dalam memenuhi kebutuhan keluarga memaksa anak-
              anak  terlibat dalam pekerjaan  yang  membahayakan  atau  bahkan  terjerumus  dalam  bentuk-
              betuk  pekerjaan  terburuk  untuk  anak  yang  sangat  merugikan  keselamatan,  kesehatan,  dan
              tumbuh kembang anak," katanya.

              Lebih lanjut, dia menyatakan dalam kondisi Pandemi Covid-19 ini, anak-anak juga merupakan
              kelompok  yang  terdampak,  yang  pada  akhirnya  memaksa  anak-anak  mengambil  bagian
              membantu memberikan nafkah kepada keluarganya.

              Di  antara  dampak  Covid-19  ialah  lesunya  ekonomi.  Sekitar  3  juta  pekerja  ter-PHK.  Hal  itu
              disebutnya secara langsung atau tidak akan berdampak pada berbertambahnya pekerja anak di
              Indonesia.

              "Di masa pandemi ini, saya mengajak dan memperkuat komitmen bersama untuk membebaskan
              anak-anak kita belenggu pekerjaan yang belum menjadi tanggung jawab mereka," jelasnya.

              Sementara  Direktur  Pengawasan  Norma  Kerja  Perempuan  dan  Anak  (PNKPA)  Binwasnaker
              &  K3,  Kemnaker,  Asep  Gunawan  menyatakan  bahwa  pihaknya  sudah  melakukan
              percepatan penanggulangan bebas pekerja anak di antaranya dengan cara bersinergi dengan
              lintas kementerian dan lembaga.

              "Pertama, membuat grand desain dari mulai tahun 2018. Kita mencoba bekerja sama dengan
              lintas  kementerian:  Kemsos,  Kemendikbud,  Kemenag,  Kemenpora,  atau  KPPA.  Juga  di
              lingkungan internal Kementerian Ketenagakerjaan dalam rangka menarik mengurangi pekerja
              anak," kata Asep.
              (fri/jpnn)








                                                           271
   267   268   269   270   271   272   273   274   275   276   277