Page 276 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JUNI 2020
P. 276

Ketenagakerjaan Nomor 151 Tahun 2020, tentang Penghentian Sementara Penempatan Pekerja
              Migran Indonesia.

              Mereka menilai, surat tersebut merugikan para pekerja migran Indonesia yang mencari nafkah
              sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.

              SK Menteri ini juga dinilai membuat para calon tenaga kerja migran yang akan berangkat bekerja
              ke luar negeri nasibnya terkatung-katung.

              Pengacara FKPMI Zainul Arifin mengatakan, sejak keputusan terbit, hingga saat ini SK tersebut
              dicabut. Sementara tidak ada solusi yang diberikan oleh Pemerintah terhadap para calon pekerja
              migran Indonesia (CPMI).

              "Sehingga hal ini merugikan bagi CPMI yang berakibat terhadap CPMI yang sudah mengurusi
              segala persyaratan menjadi sia-sia dan bahkan CPMI yang sudah memiliki visa kerja dan tiket
              pesawat mau tidak mau akan habis masa berlakunya," ungkap Zainul Arifin dalam keterangan
              pers tertulisnya kepada Tribunnews, Jumat, 12 Juni 2020.

              Dia menilai, surat keputusan menteri Kketenagakerjaan tersebut tidak sesuai dengan diktum
              Surat Keputusan Menteri itu sendiri yang menyebutkan bahwa bagi Pekerja Migran Indonesia
              yang  telah  memiliki  visa  kerja  dan  tiket  transportasi  ke  negara  tujuan  penempatan  dapat
              diberangkatkan dalam hal negara tujuan penempatan tidak menutup masuknya orang asing
              untuk bekerja.

              "Namun  kenyataanya  tetap  juga  dilarang  bagi  CPMI  untuk  berangkat.  Sementara  negara
              penerima PMI sudah membuka bagi pekerja asing untuk bekerja dinegaranya seperti di Hong
              Kong dan Taiwan," kata dia.

              Zainul  menyebut,  Dirjen  Penempatan  Tenaga  Kerja  Kementerian  Ketenagakerjaan  melalui
              suratnya bernomor 3/4961/PK.02.00/II/2020, menyatakan bahwa PMI yang telah memiliki ID
              dapat diberangkatkan untuk bekerja ke negara tujuan penempatan. Akan tetapi hingga saat ini
              belum terealisasi.

              Dariati,  salah  satu  calon  pekerja  migran  Indonesia  meminta  kepada  Presiden  Joko  Widodo
              (Jokowi) agar para CPMI yang telah memenuhi sarat segera diberangkatkan, karena mayoritas
              CPMI adalah tulang punggung keluarganya.

              "Kami memohon kepada Bapak Presiden Jokowi yang terhormat dan bu Menteri, agar kami
              diberangkatkan, kami harus bekerja pak, kami harus harus mencari nafkah untuk keluarga kami
              dan  anak-anak  kami,  kami  hanya  rakyat  kecil  dan  kami  harus  menaggung  beban  hidup
              keluarga," ungkapnya.

              Terkait  hal  ini,  Zainul  menyatakan,  FKPMI  mengajukan  gugatan  terhadap  Menteri
              Ketenagakerjaan Ida Fauziyah ke PTUN Jakarta demi meminta kepastian hukum dan kejelasan
              CPMI.

              Dia mengaku telah mendaftarkan melalui E-court Gugatan Online ke Pengadilan TUN Jakarta,
              terhadap  Permohonan  Pembetalan  Keputusan  Menteri  Ketenagakerjaan  Nomor  151  Tahun
              2020, tentang Penghentian Sementara Penempatan Pekerja Migran Indonesia..










                                                           275
   271   272   273   274   275   276   277   278   279   280   281