Page 343 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JUNI 2020
P. 343
Judul Dua ABK Loncat ke Laut, Pemerintah Harus Peringatkan China
Nama Media sindonews.com
Newstrend Kasus Perbudakan ABK
Halaman/URL https://nasional.sindonews.com/read/67242/15/dua-abk-loncat-ke-
laut-pemerintah-harus-peringatkan-china-1591927579
Jurnalis Fahmi Bahtiar
Tanggal 2020-06-12 09:47:00
Ukuran 0
Warna Halaman Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen Binapenta
Layanan Korpo
Sentimen positive
Narasumber
neutral - Sukamta (anggota Komisi I DPR) Lagi-lagi rakyat Indonesia menjadi budak di kapal
berbendera Tiongkok. Kejadian ini menunjukan tidak ada tindaklanjut serius setelah beberapa
waktu lalu ABK Indonesia diperlakukan, seperti budak, lalu meninggal dan dibuang ke laut
neutral - Sukamta (anggota Komisi I DPR) Dalam urusan dalam negeri harus jelas siapa yang
bertanggung jawab. Apakah Kementerian Ketenagakerjaan atau Badan Pelindungan Pekerja
Migran Indonesia (BP2MI)
negative - Sukamta (anggota Komisi I DPR) Pemerintah seperti terkesan memindahkan
kesalahan kepada ABK. Jika kasus yang berulang kali terjadi, ini menandakan ada yang salah
dalam sistem kebijakan, kerja dan pengawasan dari pemerintah
Ringkasan
Anak buah kapal (ABK) Indonesia kembali mendapatkan perlakuan tak manusiawi. Dua ABK
memilih loncat ke laut daripada terus berada di atas kapal berbendera China, Fu Lu Qing Yuan
Yu.
Komisi I DPR meminta Pemerintah Indonesia memberikan peringatan keras keoada pemerintah
China. Sebab masih terjadi perbudakan di kapal ikan China. Dua ABK berinisial AJ (30) dan R
(22) loncat di perairan Selat Malaka pada 5 Juni lalu.
DUA ABK LONCAT KE LAUT, PEMERINTAH HARUS PERINGATKAN CHINA
JAKARTA - Anak buah kapal (ABK) Indonesia kembali mendapatkan perlakuan tak manusiawi.
Dua ABK memilih loncat ke laut daripada terus berada di atas kapal berbendera China, Fu Lu
Qing Yuan Yu.
342

