Page 344 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JUNI 2020
P. 344

Komisi I DPR meminta Pemerintah Indonesia memberikan peringatan keras keoada pemerintah
              China. Sebab masih terjadi perbudakan di kapal ikan China. Dua ABK berinisial AJ (30) dan R
              (22) loncat di perairan Selat Malaka pada 5 Juni lalu.

              Mereka mengaku tidak mendapatkan waktu istirahat dan makan yang cukup. "Lagi-lagi rakyat
              Indonesia menjadi budak di kapal berbendera Tiongkok. Kejadian ini menunjukan tidak ada
              tindaklanjut serius setelah beberapa waktu lalu ABK Indonesia diperlakukan, seperti budak, lalu
              meninggal dan dibuang ke laut," ujar anggota Komisi I DPR Sukamta dalam keterangan tertulis
              yang diterima  SINDOnews  , Kamis (11/6/2020).

              Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai pemerintah terkesan kehilangan taji ketika
              berhadapan  dengan  China.  Indonesia  negara  berdaulat  harus  mampu  melindungi  rakyatnya
              dimanapun berada.
              Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), kata dia, harus mengambil langkah-langkah taktis strategis
              dengan  kebijakan  diplomasi  bermartabat  dalam  menangani  masalah  tenaga  kerja  Indonesia
              (TKI).

              "Dalam urusan dalam negeri harus jelas siapa yang bertanggung jawab. Apakah Kementerian
              Ketenagakerjaan atau Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)," ucapnya.(   )
              Semakin banyak yang mengelola justru nasib TKI tidak berubah. Mereka masih kerap sengsara
              dan menjadi budak di negeri orang. Pemerintah selalu berlindung dari status ilegal ketika tak
              bisa menyelesaikan atau mengetahui masalah yang menimpang TKI.

              "Pemerintah seperti terkesan memindahkan kesalahan kepada ABK. Jika kasus yang berulang
              kali terjadi, ini menandakan ada yang salah dalam sistem kebijakan, kerja dan pengawasan dari
              pemerintah," tuturnya.(   )  (dam).












































                                                           343
   339   340   341   342   343   344   345   346   347   348   349