Page 8 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JUNI 2020
P. 8

Perkembangan Kasus Covid-19

              Per kemarin (14 /6) total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 menjadi 38.277. Angka itu didapat
              setelah ada penambahan kasus baru sebanyak 857 orang. "Penambahan kasus tertinggi masih
              dari Jawa Timur," jelas Yuri.

              Kemudian,  pasien  sembuh  menjadi  14.531  setelah  ada  penambahan  755  orang.  Sedangkan
              kasus meninggal menjadi 2.134 dengan penambahan 43 orang.

              Menurut Yuri, angka itu tidak tersebar merata di seluruh Indonesia. Ada beberapa wilayah yang
              memiliki kasus penambahan dengan jumlah tinggi, tetapi ada beberapa yang tidak melaporkan
              adanya penambahan kasus positif. "Kalau kita perhatikan dari data yang kita miliki, peningkatan
              tertinggi di Jawa Timur dengan penambahan 196 orang dan ada laporan sembuh 75 orang.
              Kemudian, Sulawesi Selatan 133 orang konfirmasi positif kasus baru dan 36 sembuh," papar
              Yuri.

              DKI Jakarta mencatatkan 117 kasus konfirmasi baru. Di sisi lain, juga melaporkan 249 orang
              sembuh. Jawa Tengah dengan 113 pasien konfirmasi positif yang baru dan 20 kasus sembuh
              serta Kalimantan Selatan 70 kasus baru dan 30 pasien yang sembuh.

              Sementara itu, data provinsi lima besar dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif adalah
              DKI Jakarta 8.978 orang, Jawa Timur (7.793), Sulawesi Selatan (2.840), Jawa Barat (2.604),
              dan Jawa Tengah (2.059).

              Selesaikan Dulu Masalah di Hilir

              Setelah pemerintah mengendurkan aktivitas di tengah pandemi Covid-19, banyak orang yang
              cenderung  beralih  ke  transportasi  pribadi.  Ketua  Bidang  Advokasi  dan  Kemasyarakatan
              Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menyatakan, rencana pemerintah
              menerapkan  tatanan  normal  baru  (new  normal)  membuat  kebiasaan  baru  pula  dalam  hal
              mobilitas warga. Sebab, masyarakat tak hanya mengejar kecepatan, tapi juga kesehatan dalam
              kendaraan.

              "Mobilitas bukan hanya tanggung jawab Kementerian Perhubungan (Kemenhub, Red)," tutur
              Djoko kemarin. Saatini, tambah dia, penanganan mobilitas warga baru sebatas di hilir. Misalnya
              soal  kebijakan  yang  mengatur  batasan  kapasitas  penumpang  transportasi  umum.  Kebijakan
              mobilitas yang diterapkan seolah hanya mengatur kapasitas dan jumlah moda transportasi.

              Djoko menegaskan, kebijakan mobilitas saat pandemi belum sampai mengatasi masalah

              hulu. Misalnya soal pembagian sif kerja. Pembagian sif kerja akan memudahkan pengaturan
              mobilitas dan kerumunan masyarakat "Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dapat
              meminta Kementerian PAN-RB mengatur pola kerja aparatur sipil negara (ASN), Kementerian
              BUMN mengatur pola kerja pegawai BUMN, dan Kementerian Ketenagakerjaan mengatur pola
              kerja karyawan swasta," bebernya.

              Djoko juga mengatakan, pandemi korona mengakibatkan semua industri transportasi

              babak belur. Saat ini Trans Jakarta, KRL Jabodetabek, MRT Jakarta, LRT Jakarta,

              dan  transportasi  lain  mengalami  penurunan  jumlah  penumpang  yang  luar  biasa  besar.
              "Sehubungan dengan ini, perlu kiranya agar dana buy the Service yang seperti digagas Ditjen
              Perhubungan Darat dapat ditransfer menjadi dana jaring sosial industri transportasi agar tidak
              ada PHK masal," tuturnya.

              Untuk  membantu  pengusaha  transportasi  umum,  lanjut  Djoko,  dapat  dilakukan  kerja  sama
              dengan kalangan industri yang memiliki banyak pegawai. Skemanya, pengusaha transportasi
                                                            7
   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13