Page 94 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JUNI 2020
P. 94

Judul               Perlu Kepastian untuk Pulihkan Konsumsi
                 Nama Media          Riau Post

                 Newstrend           Program Pemulihan Ekonomi Nasional
                 Halaman/URL         Pg3
                 Jurnalis            jrr
                 Tanggal             2020-06-14 11:02:00
                 Ukuran              96x300mmk
                 Warna               Halaman Warna
                 AD Value            Rp 53.760.000
                 News Value          Rp 268.800.000
                 Kategori            Dirjen PHI & Jamsos
                 Layanan             Korpo
                 Sentimen            positive

              Narasumber

              negative - Onny Widjanarko (Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI) Konsumen masih
              pesimistis
              positive  -  Onny  Widjanarko  (Direktur  Eksekutif  Departemen  Komunikasi  BI)  Secara  spasial,
              keyakinan konsumen menurun pada 14 kota yang disurvei

              neutral - Josua Pardede (None) Dua hal itu memberikan sinyal bahwa seiring usainya PSBB dan
              bergulirnya masa transisi ini, permintaan terhadap tenaga kerja belum sepenuhnya pulih

              negative - Josua Pardede (None) Penurunan IKK cenderung diakibatkan masalah pengangguran.
              Itu kemudian yang memengaruhi tingkat pendapatan dan daya beli masyarakat



              Ringkasan

              ekonom Bank Permata Josua Pardede menyatakan bahwa IKK berkaitan erat dengan persepsi
              masyarakat terhadap  kondisi perekonomian terkini.  Dia  menambahkan,  sisi  pendapatan dan
              ketersediaan pendapatan menjadi dua fakor penting dalam mengukur konsumsi masyarakat.



              PERLU KEPASTIAN UNTUK PULIHKAN KONSUMSI

              PEMERINTAH  harus  berusaha  lebih  keras  untuk  menggairahkan  lagi  konsumsi  masyarakat
              Kemarin (12/6) Bank Indonesia (BI) melaporkan, indeks keyakinan konsumen (IKK) bulan lalu
              kembali  turun.  Merosotnya  IKK  menunjukkan  ketidakpastian  masyarakat  terhadap
              perekonomian dalam negeri.

              Hasil survei IKK yang bank sentral lakukan pada Mei 2020 mencatatkan angka 77,8. Angka
              tersebut  lebih  rendah  daripada  bulan  sebelumnya  yang  berkisar  84,8.  "Konsumen  masih
              pesimistis," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko, kemarin.

              Konsumen yang Onny maksud meliputi seluruh kategori. Mulai kelompok tingkat pengeluaran
              hingga  kelompok  usia.  "Secara  spasial,  keyakinan  konsumen  menurun  pada  14  kota  yang
              disurvei," katanya. Lebih lanjut dia menyatakan, IKK yang paling jeblok tercatat di Kota Manado.
              Diikuti Mataram dan Ambon.

                                                           93
   89   90   91   92   93   94   95   96   97   98   99