Page 99 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JUNI 2020
P. 99
Judul Tidak Sesuai Jumlah PHK, Data BPJS Ketenagakerjaan
Membingungkan
Nama Media bogor-kita.com
Newstrend Klaim BPJS Ketenagakerjaan
Halaman/URL https://bogor-kita.com/tidak-sesuai-jumlah-phk-data-bpjs-
ketenagakerjaan-membingungkan/
Jurnalis redaksi
Tanggal 2020-06-14 09:14:00
Ukuran 0
Warna Halaman Warna
AD Value Rp 7.500.000
News Value Rp 22.500.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korpo
Sentimen positive
Narasumber
neutral - Hery Susanto (Ketua Koordinator Nasional Masyarakat Peduli Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial) Besarnya kasus PHK sudah pasti berdampak pada peningkatan jumlah kasus
klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan, mengapa jumlah kasus klaim JHT justeru tidak berbanding
lurus terhadap kasus PHK
Ringkasan
Data klaim BPJS Ketenagakerjaan membingungkan karena jumlahnya tidak sesuai dengan data
jumlah pemutusan hubungan kerja atau PHK akibat pendemi covid-19.
TIDAK SESUAI JUMLAH PHK, DATA BPJS KETENAGAKERJAAN MEMBINGUNGKAN
BOGOR-KITA,com, JAKARTA - Data klaim BPJS Ketenagakerjaan membingungkan karena
jumlahnya tidak sesuai dengan data jumlah pemutusan hubungan kerja atau PHK akibat
pendemi covid-19.
Hal ini dikemukakan Ketua Koordinator Nasional Masyarakat Peduli Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial (Kornas MP BPJS) Hery Susanto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu
(13/6/2020) sore.
Hery Susanto mengatakan, ada banyak sumber data PHK akibat pandemi covid-19. Hingga Mei
2020, data Kemenaker menyebutkan ada 3 juta pekerja yang mengalami PHK. Sementara itu
data Kemenkeu menyebutkan ada 5 juta pekerja, data Kadin 6.4 juta pekerja alami PHK.
Sementara Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, mengungkapkan bahwa pada akhir Mei lalu
ada 1,161 juta kasus klaim JHT. Namun, awal bulan Juni ini, menurutnya data tersebut berubah
lagi, di mana secara nasional klaim JHT ada 921 ribu kasus. Sebelumnya lagi, Krisna Syarief,
Direksi Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan mengatakan ada 790 ribu kasus pengajuan klaim
jaminan hari tua atau JHT.
98

