Page 100 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JUNI 2020
P. 100

Menurut  Hery  Susanto,  data  dan  informasi  yang  disampaikan  BPJS  ketenagakerjaan
              membingungkan publik.

              "Besarnya kasus PHK sudah pasti berdampak pada peningkatan jumlah kasus klaim JHT BPJS
              Ketenagakerjaan, mengapa jumlah kasus klaim JHT justeru tidak berbanding lurus terhadap
              kasus PHK," kata Hery Susanto.

              Hery Susanto juga mengritisi sistem pelayanan klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan yang masih
              menerapkan  pembatasan  kuota  pelayanan  klaim  yang  minim  dan  tidak  sebanding  dengan
              jumlah fakta pekerja korban PHK di lapangan.

              "Kuota  pelayanan  klaim  JHT  BPJS  Ketenagakerjaan  masih  membatasi  jumlah  peserta  yang
              sebenarnya. Jadi pembatasan kuota pelayanan klaim itu subtansi persoalannya di bagian hulu,
              bukan pada penanganan kecepatan pelayanan via model one to many yang saat ini sedang
              diujicoba BPJS Ketenagakerjaan," katanya.

              Hery  Susanto  mengapresiasi  BPJS  Ketenagakerjaan  yang  telah  menyediakan  berbagai  kanal
              klaim yang dapat digunakan oleh peserta melalui protokol Layanan Tanpa Kontak Fisik (LAPAK
              ASIK), yang terdiri dari kanal online, offline dan kolektif.

              Namun,  katanya,  LAPAK  ASIK  offline  ini  tetap  tidak  mempertemukan  petugas  BPJS
              Ketenagakerjaan  dan  peserta  secara  langsung.  Kantor  cabang  BPJS  Ketenagakerjaan
              menyediakan bilik- bilik yang dilengkapi layar monitor yang terhubung dengan petugas secara
              video conference untuk kebutuhan komunikasi dan verifikasi data.

              Melalui metode ini, setiap petugas Customer Service Officer (CSO) melayani 4-6 orang sekaligus
              dalam waktu bersamaan, sehingga metode pelayanan ini disebut "One to Many".

              Hery Susanto mengatakan model one to many tersebut mempunyai pengertian relasi antara
              satu karyawan BPJS Ketenagakerjaan dan beberapa peserta klaim BPJS Ketenagakerjaan. Satu
              karyawan BPJS Ketenagakerjaan melayani lebih dari satu peserta klaim BPJS secara offline.

              "Jadi model one to many pelayanan klaim BPJS ketenagakerjaan itu hanya mempercepat proses
              pelayanan dari pengajuan klaim JHT yang telah terdaftar, bukan mengakomodasi peserta yang
              masih kesulitan akibat tertolak mendaftar klaimnya sebab ada pembatasan kuota pelayanan
              klaim online di sektor hulu yang selalu penuh. Pembatasan kuota pendaftaran pelayanan klaim
              BPJS  Ketenagakerjaan  harus  dicabut  alias  non  kuota,  biarkan  sesuai  faktanya,"  kata  Hery
              Susanto. [] Admin.




























                                                           99
   95   96   97   98   99   100   101   102   103   104   105