Page 10 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 10
Gubernur DKI Anies Baswedan pun menemui massa buruh untuk menyerap aspiprasi mereka.
Dihadapan para buruh, ternyata Anies mengaku terpaksa menaikan nilai Upah Minimum Provinsi/
UMP DKI Jakarta hanya 0,85 persen atau Rp37.749.
Sebab, ia mengacu pada formula penentuan UMP dari Kementerian Ketenagakerjaa yang dinilai
tidak cocok dengan kondisi di DKI.
Menurut Anies, ketika tahun 2020 menetapkan kenaikan UMP 2021 hanya dengan jumlah 3,6
persen dengan penyesuaian adalah jumlah yang wajar karena pandemi Covid-19.
"Tapi 2022 (kenaikan UMP) hanya 0,85 persen, kami pun berpandangan ini angka terlalu kecil
untuk buruh di Jakarta," kata Anies seperti dikutip dari SuaraJakarta.id -jaringan Ayojakarta.com,
Selasa (30/11).
Meski pandemi, Anies menyebut tidak semua sektor jadi terdampak. Banyak juga usaha lainnya
yang justru mengalami pertumbuhan di masa pandemi Covid-19.
Anies pun mengakui terpaksa mengeluarkan Keputusan Gubernur/Kepgub tentang kenaikan UMP
hanya 0,85 persen karena masalah tenggat waktu. Pasalnya, semua daerah harus mengeluarkan
ketetapan nilai UMP 2022 sebelum 20 November 2021.
"Kami terpaksa keluarkan Kepgub, karena bila tidak dikeluarkan, maka dianggap melanggar.
Tapi kami bilang ini tidak cocok dengan situasi di Jakarta," tuturnya.
"Kami ingin agar kesepakatan segera bisa terwujud dan nantinya di Jakarta bisa merasakan
keadilan," tandas Anies.
9

