Page 425 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 425
Hal tersebut dilakukan atas terbitnya putusan Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang
menyatakan bahwa UU No 11 Tahun 2020 tentang UU Cipta kerja menurutnya bertentangan
dengan UUD 45 dan tidak dapat mengikat secara bersyarat karena lemah kekuatan hukumnya.
"Meminta kepada pemerintah provinsi DKI, Gubernur Anies Baswedan agar mencabut SK
penetapan UMP 2022, melakukan revisi dengan kembali mengacu kepada UU Nomor 13 tahun
2003 dan PP nomor 78 tahun 2015" ucapnya dikutip dari Pikiran Rakyat.com.
Tidak lupa, dalam unjuk rasa tersebut KSPI menuntut Pemerintah dengan DPR untuk melakukan
perbaikan pembentukan sesuai dengan tenggang waktu yang telah diputuskan. Hal ini karena
KSPI menilai bahwa UU Cipta Kerja tidak sesuai konstitusional. Atas putusan tersebut, KSPI
berharap bahwa seluruh Gubernur dan Bupati/ Walikota di Indonesia wajib mencabut SK perihal
UMP (2022), termasuk Gubernur Anies Baswedan.
Sementara itu, unjuk rasa dimulai hari ini pukul 09.00 WIB tadi di kawasan industri Pulogadung.
Menanggapi aksi tersebut Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria menjelaskan bahwa penetapan
UMP 2022 berada di tangan Pemerintah Pusat, bukan Daerah. Perlu dipahami bahwa ada
perbedaan antara DKI Jakarta dengan provinsi lain di Indonesia. Kabupaten/kota di Jakarta
bersifat administratif, terkait putusan dikeluarkannya aturan.
"Jadi begini ada perbedaan, antara DKI dan luar Jakarta kalau luar Jakarta itu kebijakan Pemprov
mengeluarkan aturan yang ada kabupaten bisa berbeda," jelasnya.
Namun, dengan adanya tuntutan ini Riza berjanji akan membantu para buruh untuk mencarikan
solusi yang tepat dan proporsional. Solusi yang bersifat proporsional akan dicarikan sehingga
kepentingan para buruh dan pengusaha dapat terpenuhi.
"Kami akan terus memberikan perhatian mencarikan solusi terbaik untuk kepentingan pengusaha
dan buruh, kepentingan pemerintah dan seluruh warga," Jelas Riza. (Amir Faisol/)***
Artikel ini telah tayang di dengan judul: Hari Ini Buruh Akan Kepung Balai Kota Jakarta, Tuntut
Anies Baswedan
424

