Page 595 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 595
"Pada tanggal 29 November 5.000-10.000 buruh akan ada aksi di Balai Kota Gubernur DKI,
memberikan target -tanda petik- ultimatum 3 x 24 jam (agar) SK Gubernur tentang UMP DKI
dicabut/direvisi naiknya menjadi 5%, jangan pakai PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang
Pengupahan," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dalam
konferensi pers virtual, Jumat (26/11/2021) lalu.
Dia menegaskan bawa jika setelah demo 29 November, Anies tidak menggubris permintaan
buruh maka demo akan terus berlanjut di hari-hari berikutnya.
"Buruh DKI akan aksi dari mulai jam 9.30 sampai dengan selesai dan kalau belum berubah 3 x
24 jam, aksi akan dilanjutkan keesokan harinya, akan dilanjutkan lusanya terus-menerus sampai
diubah SK tersebut," tegas Said.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa di daerah lain juga akan dilakukan aksi, bahkan aksi akan
semakin meluas di berbagai daerah kecuali daerah yang sudah memutuskan kenaikan upah
minimum di atas 5%.
"Di daerah-daerah lain di seluruh Indonesia tetap aksi tanggal 29 November kecuali beberapa
daerah yang sudah ada ambil keputusan, Depok misalnya kenaikannya (upah minimum) di atas
5%, Karawang bahkan naiknya di atas 6%, Bandung Barat di atas 5%. Di beberapa
kota/Kabupaten Jawa Timur dan Jawa Tengah juga di atas 5%," paparnya.
"Dengan demikian jelas tidak ada alasan Gubernur DKI berlindung lagi di pemerintah pusat
karena beberapa kota/Kabupaten, Bupati atau Walikotanya sudah memutuskan (kenaikan upah
minimum) di angka rata-rata di atas 5%. Padahal tawaran KSPI angka komprominya adalah 4%
sampai 5%," tambah Said.
594

