Page 590 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 590

Sekarang  kita  harus  bersatu  untuk  memenangi  perang  ekonomi.  Kalau UU  Cipta  Kerja  tidak
              sempurna  kita  harus  sempurnakan.  Kita  harus  bangga  bahwa  Indonesia  ada  check  and
              balances," ujarnya. Ia memaparkan, penyempurnaan terhadap UU Cipta Kerja harus didukung
              penuh. Sebab jika investasi masuk banyak ke Indonesia, negara tidak perlu berhutang dan akan
              membuka lapangan kerja besarbesaran.

              "Spirit itu harus terbangun supaya bisa menarik investasi ke Indonesia. Kalau ada dana masuk,
              kita tidak perlu berutang. Kita ajak investasi masuk untuk membuka lapangan pekerjaan yang
              sebesarbesarnya,  dan  akhirnya  mengurangi  kemiskinan,"  paparnya.  Ia  menegaskan,
              pemberlakuan  UU  Cipta  Kerja  jangan  menjadikan  pengusaha  sebagai  musuh.  Jika  ada
              perbedaan, hal itu merupakan bentuk kekayaan yang harus disyukuri.

              "Ada yang kalah, karena UU Cipta Kerja ini untuk membangun bangsa. Kita akan kawal. Kadin
              akan ikut serta. Mari kawal bersama dan kita dukung pemerintah. UU Cipta Kerja sangat baik.
              Pengusaha butuh buruh, buruh butuh pengusaha. Kita harus garis bawahi bahwa pengusaha
              diajak bicara bersama untuk menyempurnakan aturan yang ada," tegasnya.

              Tetap Berlaku

              Sebelumnya,  Menko  Perekonomian  Airlangga  Hartarto  menayatakan  pemerintah  akan  patuh
              dengan putusan MK, namun dia menegaskan UU Cipta Kerja tetap berlaku. "Putusan MK telah
              menyatakan  bahwa  Undang-Undang  Cipta  Kerja  masih  tetap  berlaku  secara  konstitusional
              sampai  dengan  dilakukan  perbaikan  pembentukannya  sesuai  dengan  tengat  waktu  yang
              ditetapkan oleh MK yaitu paling lama 2 tahun sejak putusan dibacakan," kata Airlangga, Kamis
              (25/11/2021).

              Dia  menyatakan  pemerintah  mematuhi  putusan  MK  bahwa  tak  boleh  ada  aturan  baru  yang
              bersifat strategis hingga proses perbaikan UU Cipta Kerja selesai. Namun Ia menegaskan, aturan
              turunan UU Cipta Kerja yang sudah dikeluarkan akan tetap berlaku. "Dengan demikian peraturan
              perundangan yang telah diberlakukan tetap berlaku.

              Pemerintah  akan  segera  menindaklanjuti  putusan  MK  yang  dimaksud  melalui  penyiapan
              perbaikan  undangundang  dan  melaksanakan  dengan  sebaik-baiknya  arahan  Mahkamah
              Konstitusi sebagaimana dimaksud dalam putusan," tegasnya.

              Sementara  Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemenaker)  melalui  siaran  persnya  menegaskan
              bahwa sistem pengupahan yang diamanatkan UU Nomor Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta
              Kerja  dan  turunannya  Peraturan  Pemerintah  Nomor  36  Tahun  2021  ihwal  penentuan  upah
              minimum dimaksudkan untuk mendorong kepastian hukum bagi investor.

              Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemenaker
              Indah Anggoro Putri dalam siaran persnya mengatakan sistem pengupahan di Indonesia masih
              dianggap sebagai salah satu kendala investor untuk berinvestasi. Investor menuntut kepastian
              dalam pengupahan yang sudah disediakan di dalam UU Cipta Kerja dan turunannya.

              "Upah Minimum merupakan jaring pengaman, namun demikian kita membutuhkan upah yang
              berbasis kinerja yang akan menaikkan produktivitas, sehingga baik pengusaha maupun pekerja
              atau buruh sama-sama mendapatkan manfaat dan kenaikan produktivitas perusahaan,"  kata
              Putri

              Sebelumnya, MK mengabulkan sebagian permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Majelis Hakim
              Konstitusi menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU
              Cipta  Kerja)  cacat  secara  formil.  Untuk  itu,  Mahkamah  menyatakan  bahwa  UU  Cipta  Kerja
              inkonstitusionalitas bersyarat. Hal tersebut tertuang dalam Putusan MK Nomor 91/PUUXVIII/
              2020 dibacakan dalam sidang putusan yang digelar pada Kamis (25/11/2021) siang.

                                                           589
   585   586   587   588   589   590   591   592   593   594   595