Page 586 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 586

Judul               “Rapor Merah” UU Cipta Kerja
                Nama Media          Indoposco
                Newstrend           UU Cipta Kerja
                Halaman/URL         Pg1&7
                Jurnalis            nas
                Tanggal             2021-11-29 10:29:00
                Ukuran              713x332mmk
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 372.186.000

                News Value          Rp 3.721.860.000
                Kategori            Ditjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Negatif




              Ringkasan
              Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan bahwa Undang-Undang Nomor 11 Tahun
              2020  tentang  Cipta  Kerja  (UU  Cipta  Kerja)  inkonstitusional  bersyarat  dinilai  sangat  moderat
              karena memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk melakukan revisi selama dua tahun.
              Namun, putusan tersebut sekaligus menjadi "rapor merah" bagi pemerintah dan DPR karena
              tidak pruden dalam proses penyusunan sebuah undang-undang.

              Sementara  Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemenaker)  melalui  siaran  persnya  menegaskan
              bahwa sistem pengupahan yang diamanatkan UU Nomor Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta
              Kerja  dan  turunannya  Peraturan  Pemerintah  Nomor  36  Tahun  2021  ihwal  penentuan  upah
              minimum dimaksudkan untuk mendorong kepastian hukum bagi investor.



              “RAPOR MERAH” UU CIPTA KERJA

              Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan bahwa Undang-Undang Nomor 11 Tahun
              2020  tentang  Cipta  Kerja  (UU  Cipta  Kerja)  inkonstitusional  bersyarat  dinilai  sangat  moderat
              karena memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk melakukan revisi selama dua tahun.
              Namun, putusan tersebut sekaligus menjadi "rapor merah" bagi pemerintah dan DPR karena
              tidak pruden dalam proses penyusunan sebuah undang-undang.

              "Kendati saya optimistis pemerintah mampu melakukan revisi UU Cipta Kerja tersebut, namun
              putusan  MK  tersebut  membuktikan  bahwa  pemerintah  dan  DPR  telah  melakukan  kekeliruan
              dalam proses penyusunan UU Cipta Kerja tersebut.

              Ini harus menjadi bahan introspeksi diri dan evaluasi bagi pemerintah dan DPR," ujar pengamat
              kebijakan publik sekaligus pakar komunikasi politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Dr. Emrus
              Sihombing  kepada  INDOPOSCO,  Minggu  (28/11/2021).  Emrus  mengatakan,  mungkin  secara
              content, UU Cipta Kerja itu baik, namun dalam proses penyusunannya ada hal yang dilanggar
              dan tidak sesuai dengan UUD 1945.

              "Kenapa  diberi  kesempatan  oleh  MK  untuk  melakukan  perbaikan,  menurut  saya  bisa  jadi
              contentnya  bagus.  Kalau  contont-nya  juga  inkonstitusinal  mungkin  MK  memutuskan  untuk

                                                           585
   581   582   583   584   585   586   587   588   589   590   591